Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Pilkada 2022 Kabar Buruk Bagi Pj Hunter

Menjelang Irwandi kembali ke Bandung pada Selasa (22/12/2020), Serambi berupaya melakukan wawancara dengannya

Editor: bakri
Pilkada 2022 Kabar Buruk Bagi Pj Hunter
IRWANDI YUSUF, Mantan Gubernur Aceh

Mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Selasa (22/12/2020), kembali ke Bandung, Jawa Barat, untuk melanjutkan masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Sukamiskin, setelah mendapat izin pulang ke Aceh untuk menjenguk ibundanya, Nafsiah (78) yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Bireuen Medical Center (BMC).

Ia berada di Aceh selama empat hari, Sabtu-Selasa (19-22/12/2020). Begitu tiba, Irwandi langsung menuju ke Bireuen. Pada Minggu (20/12/2020), ia menghabiskan waktu bersama mami--panggilan Irwandi untuk ibudanya--dari pagi hingga tidur bersama di rumah sakit tersebut.

Kepulangan Irwandi dikawal ketat petugas LP dan pihak kepolisian karena ia masih berstatus warga binaan setelah tersandung kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOKA) tahun 2018 dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Selama di Aceh, Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) hasil Kongres 2017 ini tidak ada agenda lain kecuali menjenguk ibunya. Saat di rumah sakit, Irwandi turut didampingi istri dan adiknya, Darwati A Gani, dan M Zaini Yusuf, serta anggota keluarga lainnya.

Menjelang Irwandi kembali ke Bandung pada Selasa (22/12/2020), Serambi berupaya melakukan wawancara dengannya. Tapi,  tidak berhasil karena petugas LP tidak mengizinkan Irwandi menerima wartawan. Kemudian, Serambi coba menggali informasi dari M Zaini Yusuf, adik Irwandi terkait isu pengisian posisi Cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 dan pilkada Aceh tahun 2022 yang hingga kini belum jelas tahapannya.

Melalui M Zaini, wartawan Serambi, Masrizal, menanyakan beberapa pertanyaan kepada Irwandi terkait kedua isu tersebut. Berikut jawaban Irwandi yang disampaikan melalui adiknya, M Zaini Yusuf, menjelang ia take-off pada Selasa (22/12/2020). Jawaban Irwandi baru disampaikan M Zaini  kepada Serambi, Rabu (23/12/2020). Berikut petikan lengkap wawancara via pesan WhatsApp (WA) tersebut.

Saat ini, ada beberapa figur yang mendaftar sebagai Cawagub melalui PNA. Bagaimana sosok yang akan diusul oleh PNA?

Sosok yang diusulkan adalah sesuai dangan strategi partai ke depan. 

Dalam beberapa rapat partai pengusung, Tiyong (Samsul Bahri ben Amired-red) selalu hadir atas nama PNA. Apakah PNA hasil Kongres 2017 dan hasil KLB sudah bersatu kembali?

Berapa kali Tiyong hadir membawa nama PNA dalam rapat partai pengusung seperti  beberapa hari yang lalu di Jakarta, tidak ada masalah. Sebab, Tiyong hanya mewakili dirinya sendiri. Saya sudah pernah diberitahukan bahwa Saudara Tiyong akan datang menghadap saya untuk membahas masalah partai. Tapi, kemudian Tiyong akan bersedia datang dengan syarat utama bahwa jabatan Ketua Umum harus saya serahkan kepada Tiyong. Saya tidak menjawab, Tiyong tidak jadi datang. Ini terjadi sebelum keluar  Dekrit 1 Desember  2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved