Kamis, 16 April 2026

Konferwil NU Aceh

Buka Konferwil NU Aceh, Gubernur Nova Sebut Peran NU Dalam Pembangunan Dibutuhkan Sepanjang Masa

Konferwil ini dihadiri Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud, Ketua Satkor Covid-19 PP RMI PBNU H Ulun Nuha, dan Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
Dok NU Aceh
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MTmembuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-14 Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Jum'at (25/12/2020) malam. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-14 Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Jum'at (25/12/2020) malam.

Konferensi ini dihadiri Forkopimda plus, Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud, Ketua Satkor Covid-19 PP RMI PBNU H Ulun Nuha, Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua NU Aceh Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal), pengurus MPU, dan lainnya.

Gubernur dalam sambutannya menyatakan bersyukur atas terselenggaranya Konferwil NU dan dihadiri langsung oleh Ketua PBNU. Ia juga bersyukur sudah diterima sebagai salah satu kader NU.

"Kami merasa bahagia, apalagi di tengah suasana pandemi Covid-19, kita dapat berkumpul bersama disini bersama para ulama dalam rangka acara mulia, semoga berjalan dengan sukses dan menghasilkan yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Nova.

Dikatakannya, Aceh merupakan daerah pertama menyumbangkan keislaman di bumi pertiwi ini, karena itu nilai-nilai keislaman yang ada di Aceh harus di jaga dan dilestarikan sebaik mungkin sebagai daerah modal.

Nova juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada NU Aceh yang selama ini bisa diajak untuk saling berdiskusi dan mencari solusi, terhadap pengelolaan sesuatu permasalahan dengan baik, dan bisa menerima berbagai perbedaan.

"Pemerintah Aceh masih butuh sentuhan NU, peran NU dalam pembangunan dibutuhkan sepanjang masa," ucapnya.

Ia mengatakan NU juga dituntuk untuk mampu memperkuat sistem kaderisasi yang unggul agar semangat perjuangannya tetap terjaga.

Sementara Ketua PBNU, KH Marsyudi Syuhud menyatakan bahwa Nadhlatul Ulama didirikan oleh para kyai-kyai di pesantren sebelum Indonesia merdeka.

"Para ulama terdahulu memimpikan untuk bisa mendirikan negara, yang ketika itu belum ada negara, kemudian lahirnya Indonesia, dan peran para ulama atau para Nadhiyin disini begitu besar dan penting," katanya.

Marsyudi juga meminta pengurus NU terus aktif berdakwah di tengah masyarakat dan menyebarkan pesan-pesan moral dalam rangka menjaga dan mengawal bangsa ini dengan baik sesuai titah ulama dan agama.

Baca juga: 5 Jam Diperiksa, 6 Keluarga Laskar FPI Mundur Jadi Saksi, Bareskrim Polri: Itu Hak Mereka

Baca juga: Tsunami Aceh 2004 | Kisah Maisarah Gendong Puteri Semata Wayang Mencari Keberadaan Suami

Baca juga: VIDEO Wak Kolak Selamat dari Tsunami, Sempat Naik ke Kapal Nelayan yang Bertengger di Atas Rumah

Baca juga: Zikir dan Shalawat Awali Peringatan 16 Tahun Tsunami di Stadion Harapan Bangsa

Ketua Syuriyah NU, Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) berpesan agar para kader dapat mengembangkan diri dan menjaga identitas dan agama dengan baik.

"NU adalah lembaga yang besar di Indonesia ini, peran kita dan sinergi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan beragama di tengah masyarakat," jelas Waled NU.

Senada dengan hal itu, Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengajak kader NU untuk membagun ukhwah dan kebersamaan, guna membnagun agama dan negara tercinta. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved