Breaking News:

Erdogan Keluarkan Pernyataan Kontroversial, Sebut Turki Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Israel

Meski kerap menempatkan diri sebagai seteru, Erdogan mengaku negaranya ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan Israel.

AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Erdogan mengaku negaranya ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan Israel.

Ia juga mengatakan bahwa pembicaraan di tingkat intelijen terus berlanjut antara kedua belah pihak.

Tapi di sisi lain, ia mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Kedua negara telah mengalami perselisihan pahit dalam beberapa tahun terakhir, meskipun memiliki hubungan komersial yang kuat.

Ankara berulang kali mengutuk pendudukan Israel di Tepi Barat dan perlakuannya terhadap Palestina.

Baca juga: Peringati 16 Tahun Tsunami, Nelayan di PPI Peudada tak Melaut dan Ganti dengan Zikir dan Doa Bersama

Baca juga: Ambil Sebuah Kapal, Sepasang Singa Laut Besar Ini Bersantai di Atasnya, Videonya Viral

Berbicara kepada wartawan setelah salat Jumat di Istanbul, Erdogan mengatakan Turki memiliki masalah dengan "orang-orang di tingkat atas" di Israel dan bahwa hubungan bisa menjadi "sangat berbeda" jika bukan karena masalah itu.

"Kebijakan Palestina adalah garis merah kami. Tidak mungkin bagi kami untuk menerima kebijakan Israel-Palestina. Tindakan tanpa ampun mereka di sana tidak bisa diterima," kata Erdogan.

"Jika tidak ada masalah di tingkat atas, hubungan kami bisa sangat berbeda. Kami ingin membawa hubungan kami ke titik yang lebih baik," tambahnya.

Baca juga: Jangan Tertipu Tampilannya yang Cantik, Tanaman Hias Ini Ternyata Beracun

Baca juga: Trend Tanaman Hias Belum Turun, Fishbone Cactus Diprediksi Bakal Populer di Tahun 2021

Sebelumnya pada bulan Agustus, Israel menuduh Turki memberikan paspor kepada selusin anggota Hamas di Istanbul, dan menggambarkan langkah tersebut sebagai "langkah yang sangat tidak ramah" yang akan dilakukan pemerintahnya dengan pejabat Turki.

Hamas merebut Gaza dari pasukan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 2007, dan kelompok itu telah berperang tiga kali dengan Israel sejak itu.

Turki sendiri mengatakan Hamas adalah gerakan politik sah yang dipilih secara demokratis.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Erdogan: Turki ingin punya hubungan yang lebih baik dengan Israel"

Editor: Amirullah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved