Rabu, 15 April 2026

Internasional

Militan Boko Haram Serang Desa Kristen dan Bakar Gereja di Nigeria

Militan Boko Haram menyerang sebuah desa yang sebagian besar beragama Kristen dan membakar gereja pada Malam Natal.

Editor: M Nur Pakar

SERAMBINEWS.COM, ABUJA - Militan Boko Haram menyerang sebuah desa yang sebagian besar beragama Kristen dan membakar gereja pada Malam Natal.

Beberapa orang tewas di timur laut Nigeria setelah

Sumber lokal mengatakan sedikitnya 11 orang telah tewas, lapor AFP, Minggu (27/12/2020).

Militan memasuki Pemi, negara bagian Borno, dengan truk dan sepeda motor dengan menembak tanpa pandang bulu, kata seorang pemimpin lokal.

Pemi dekat dengan Kota Chibok di mana 200 siswi diculik pada 2014.

Baca juga: Kesaksian Murid Disandera Kelompok Bersenjata Nigeria: Kami Dipaksa Berjalan, Kelaparan dan Dipukuli

Boko Haram telah melakukan sejumlah serangan di Nigeria utara, mereka berjuang untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam.

Mereka mempromosikan versi Islam yang melarang Muslim mengambil bagian dalam aktivitas yang tidak berasal dari tradisi Islam.

Boko Haram secara longgar diterjemahkan menjadi "pendidikan barat dilarang".

Serangan paling terkenal kelompok itu menargetkan siswi sekolah di Chibok pada tahun 2014 dan menahan banyak orang selama bertahun-tahun.

Pada Kamis (24/12/2020) para pejuang menyerbu Pemi karena pejabat keamanan telah memperingatkan kemungkinan serangan pada hari libur Kristen.

Baca juga: Aktivis Wanita Nigeria Tuntut Perubahan, Menentang Kebrutalan Polisi

Penduduk desa melarikan diri ke semak-semak dan beberapa masih dinyatakan hilang.

"Para teroris membunuh tujuh orang, membakar 10 rumah dan menjarah persediaan makanan yang akan dibagikan kepada penduduk untuk merayakan Natal," kata pemimpin milisi Abwaku Kabu.

Para penyerang membakar sebuah gereja, menculik seorang pendeta dan mencuri persediaan medis dari rumah sakit, sebelum membakarnya.

Konflik Boko Haram, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, telah menewaskan sedikitnya 36.000 orang.

Membuat dua juta orang mengungsi dari rumah mereka, menurut PBB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved