Gajah Liar
Puluhan Gajah Liar Kembali Gasak Kebun Warga di Bener Meriah
Gajah liar yang diperkirakan berjumlah puluhan ekor itu terpencar dalam tiga kelompok, ada di Kampung Alur Gading, Alur Cincin, dan juga di kawasan Bl
Penulis: Budi Fatria | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Puluhan gajah liar kembali memasuki perkampungan dan merusak kebun milik warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah dalam sepekan ini.
Sebelumnya, konflik gajah liar di Bener Meriah sempat mereda beberapa bulan dan kini satwa dilindungi itu kembali merusak rumah dan kebun milik warga.
Gajah liar yang diperkirakan berjumlah puluhan ekor itu terpencar dalam tiga kelompok, ada di Kampung Alur Gading, Alur Cincin, dan juga di kawasan Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Kepala Dusun Sosial Menderek, Nasruddin kepada Serambinews.com, Minggu (27/12/2020) mengatakan, gajah liar yang merusak kebun dan rumah warga di Dusun Menderek, Kampung Alur Gading, berjumlah ada sebanyak tiga ekor.
“Yang terlihat ada sebanyak tiga ekor, satu jantan, satu induk, dan satunya lagi anaknya,” ujar Kadus Menderek, Nasruddin.
Baca juga: Viral Pria Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Ternyata Tak Tercatat di KUA, Alasannya Saling Cinta
Baca juga: Anggota DPRA Apresiasi Warga Aceh Manfaatkan Objek Wisata Lokal
Disebutkan, akibat konflik itu, masyarakat sangat dirugikan, puluhan hektar kebun yang ditanami pisang, pinang, durian, coklat, dan sauh, habis dirusak gajah liar.
“Yang paling banyak di rusak adalah batang pinang dan pisang,” ungkapnya.
Sambungnya, selain kebun, ada juga rumah warga yang dirusak gajah liar diantaranya, milik Nasruddin dan subandri.
Ia menambahkan, sejauh ini masyarakat di Dusun Menderek tidak ada yang mengungsi. Karena menurut Nasruddin, kalau warganya mengungsi semua tanaman akan habis dirusak gajah liar.
“Setiap malam saya mengkoordinir warga untuk menjaga perkampungan agar tidak dimasuki gajah liar, dalam hal ini, kami juga menggunakan dana pribadi untuk keperluan membeli seperti mercon dan lainnya untuk menggiring gajah liar secara manual,” tutupnya.
Giring Gajah Liar
Sementara Itu, Kepala CRU DAS Peusangan, Syahrul Rizal melalui sambungan telepon kepada Serambinews.com, Minggu (27/12/2020) membenarkan saat ini puluhan gajah liar kembali memasuki perkampungan dan juga merusak kebun milik warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
“Hari ini saya juga baru menerima kabar dari masyarakat kampung Alur Cincin ada gajah liar yang masuk ke kebun warga,” ungkapnya.
Dalam beberapa hari ini, kata Syahrul, tim Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan bersama dengan tim delapan dibantu pihak Muspika Kecamatan Pintu Rime Gayo melakukan penggiringan gajah liar secara manual (menggunakan mercon) di kawasan Teget.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-warga-959.jpg)