Pecahkan Rekor Dunia, Matahari Buatan Korea Selatan Menyala Lebih Lama dari Milik China
Matahari buatan KSTAR tersebut mampu mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik, lebih lama dari milik China
SERAMBINEWS.COM - Matahari buatan Korea Selatan berhasil memecahkan rekor dunia.
Matahari buatan KSTAR tersebut mampu mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik, lebih lama dari milik China
Suhu ion yang dihasilkan matahari buatan Korsel itu dilaporkan mencapai lebih dari 100 juta derajat Celsius.
Waktu 20 detik ini memecahkan rekor pengoperasian sebelumnya yaitu 8 detik, yang dicatatkan KSTAR tahun lalu.
Pada 2018 sebenarnya matahari buatan KSTAR bisa mencapai suhu 100 juta derajat Celsius untuk pertama kalinya, tetapi hanya bertahan 1,5 detik.
Dengan durasi terbarunya, matahari buatan Korsel pun menyala lebih lama dari matahari buatan China.
Baca juga: Lagu Indonesia Raya Diparodikan Warga Negara Malaysia, Bisakah Pelaku Dijerat Pakai Hukum Indonesia?
Baca juga: Sri Mulyani Puji Kinerja Bank Syariah di Tengah Pandemi, Tumbuh Lebih Tinggi dari Bank Konvensional
Untuk membuat matahari buatan ini, Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) memanfaatkan energi nuklir untuk menjadi perangkat fusi superkonduktor.
Karya mereka juga merupakan hasil studi bersama Seoul National University (SNU) serta Columbia University Amerika Serikat.
Si-Woo Yoon Direktur Pusat Penelitian KSTAR mengatakan, teknologi yang dibutuhkan untuk operasi jangka panjang 100 juta plasma adalah kunci realisasi energi fusi.
"Dan keberhasilan KSTAR dalam mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik akan menjadi titik balik penting dalam percobaan operasi plasma berkinerja tinggi, komponen penting dari reaktor fusi nuklir komersial di masa depan," jelas dia.
Nantinya, para peneliti yang mengerjakan KSTAR akan bekerja untuk membantunya menyala terus menerus selama 300 detik dengan suhu ion lebih tinggi dari 100 juta derajat Celsius.
Mereka berencana melakukannya pada 2025.
Baca juga: Ini Waktu Paling Tepat dan Terbaik Shalat Dhuha Menurut Buya Yahya, Berikut Tata Cara dan Doanya
Baca juga: KABAR GEMBIRA, Mulai Tahun Depan Gaji ASN Minimal Rp 9 Juta, Ini Penjelasan Menpan RB
China Berencana Komersilkan "Matahari Buatan" pada 2050
Sementara itu, China membuat langkah maju dalam pencarian energi bersih setelah berhasil mengoperasikan fasilitas penelitian reaktor fusi nuklir generasi baru miliknya HL-2M Tokamak, pada Jumat (07/12/20).
Melansir South China Morning Post, China National Nuclear Corporation (CNNC) mengatakan perangkat HL-2M Tokamak mampu beroperasi pada suhu 150 juta derajat Celcius, atau setara 10 kali lebih panas dari matahari.
Energi yang dihasilkan hampir tiga kali lebih panas dari versi sebelumnya yang disebut HL-2A.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/matahari-buatan-kstar.jpg)