Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Jaksa New York Selidiki Pajak Donald Trump, Minta Bantuan Akuntan Forensik

Jaksa New York yang sedang menyelidiki catatan pajak Donald Trump meminta bantuan saat masa jabatan Donald Trump akan segera berakhir.

Editor: M Nur Pakar
AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Jaksa New York yang sedang menyelidiki catatan pajak Donald Trump meminta bantuan saat masa jabatan Donald Trump akan segera berakhir.

Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan yang saat ini sedang menyelidiki keuangan presiden, Selasa (29/12/2020) telah meminta bantuan spesialis akuntansi forensik, The Washington Post melaporkan.

Jaksa Wilayah Cyrus R. Vance Jr. telah memperluas penyelidikan awal pada 2018 tentang uang tutup mulut.

Dibayarkan kepada dua wanita yang mengatakan memiliki hubungan seksual dengan Trump sebelum dia menjadi presiden.

Baca juga: Jurnalis Fox News Sebut Donald Trump Seperti Bocah Nakal

Vance sekarang telah meminta FTI Consulting untuk mencari perbedaan di antara beberapa kesepakatan properti.

Juga berkonsultasi dengan jaksa penuntut tentang apakah perusahaan Trump mengubah nilai beberapa aset untuk pembebasan pajak atau tidak.

Awal tahun ini, Vance meminta hakim delapan tahun catatan pajak Trump.

Dengan alasan media telah mengidentifikasi tindakan kriminal yang ekstensif dan berlarut-larut di Trump Organization, seperti dilansir the Washington Post, Selasa (29/12/2020).

Trump telah memperjuangkan rilis catatan tersebut di pengadilan, tetapi Vance juga telah memperluas lingkup penyelidikan sejak saat itu.

Vance mewawancarai para bankir dan perusahaan asuransi yang bekerja untuk presiden bulan ini.

Baca juga: Penerimaan Warga AS Atas Prilaku Donald Trump Akan Menjadi Warisan Paling Keji

Penyelidik di kantor DA berbicara dengan karyawan pemberi pinjaman utama Trump, Deutsche Bank dan Aon, perusahaan asuransi utamanya.

Trump baru-baru ini menyatakan keprihatinan atas cakupan investigasi yang luas saat masa kepresidenannya akan segera berakhir.

"Sekarang saya mendengar bahwa orang-orang yang sama yang gagal membawa saya ke Washington telah mengirim setiap informasi ke New York," ujar Trump.

"Sehingga mereka dapat mencoba membawa saya ke sana," kata Trump dalam pidato awal bulan ini.

"Semuanya sudah berulang, berulang, dan lagi," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved