Berita Abdya
Hama Burung Gasak Tanaman Padi, Petani Bertahan di Sawah Hingga Menjelang Malam
Akibat penanaman yang tidak serentak ini mengakibatkan padi MT Gadu tahun ini menjadi bulan-bulanan hama burung pipit.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Tanaman padi Musim Tanam (Gadu) 2020 kawasan sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ditanam tidak serentak.
Areal sawah di lokasi tertentu sudah melaksanakan panen sejak pekan pertama Desember 2020 lalu. Sedangkan areal sawah di kawasan lain, tanaman padi baru keluar malai (mekar) dan mulai berisi.
Dan, beberapa lokasi lainnya, tanaman padi mulai bunting, baru selesai tanam, bahkan ada areal sawah yang baru mulai tanam.
Kegiatan tanam tidak serentak mengakibatkan tanaman padi MT Gadu tahun ini menjadi bulan-bulanan hama burung pipit.
Para petani sangat kewalahan mengusir burung dalam jumlah besar yang menggasak bulir padi yang mulai mengeras.
Para petani harus bertahan di areal sawah sejak pagi hingga menjelang malam untuk mengusir burung, jika tidak mau gagal panen.
Petanipun harus menjaga tanaman padi secara bergiliran dengan melibatkan anggota keluar untuk mengusir ‘gerombolan’ hama burung yang datang menyerang.
Pantauan Serambinews.com, tanaman padi yang menjadi sasaran pertama hama burung hamparan sawah (sawah) Cot Seutui, Desa Keude Siblah dan Desa Kuta Bahagia (Paya), Kecamatan Blangpidie, dan blang Beuah Desa Pawoh dan Pantee Parak, Kecamatan Susoh pada pertengahan November lalu.
Tanaman padi kawasan ini merupakan program Indek Pertanaman 300 (IP 300) dari Distan Aceh tahun 2020. Karena penaman dilakukan terlalu cepat dibandingkan areal sawah lokasi lain, maka mejadi sasaran utama hama burung.
Areal padi kawasan ini seluas 265 hektare sudah dipanen sejak pertengan Desember lalu. Produksinya dilaporkan menurun sekitar 30 sampai 40 persen dibandingkan musim tanam lalu.
Dari sini, hama burung berpindah ke areal sawah sejumlah lokasi lain antara lain kawasan Desa Mate Ie, Kuta Tinggi, Babah Lhueng, Keude Paya, Lhueng Tarok dan Lhueng Asan, Kecamatan Blangpidie yang mulai mekar dan bulir padi mulai mengeras sejak akhir di Desember lalu.
Baca juga: VIRAL Jari Tertusuk Duri Udang sampai Diamputasi, Disebut Terkena Bakteri Pemakan Daging Manusia
Baca juga: Fakta 2 Remaja Buat Parodi Penghinaan Lagu Indonesia Raya, Pelaku Masih SMP hingga Dijerat 2 Pasal
Baca juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari Saat Perut Kosong: Ada Tomat hingga Soda, Tingkatkan Keasaman Lambung
Hama burung juga mengasak tanaman padi sejumlah lokasi di Kecamatan Susoh, antara lain kawasan Desa Rawa, Blang Dalam dan Meunasah.
Di Kecamatan Jeumpa, hama burung menyerang tanaman padi yang sudah mekar di areal sawah Desa Asoe Nanggroe, Padang Geulumpang, Guhang, dan Cot Jirat.
Para petani setempat harus kerja keras menghalau serangan hama burung sejak pagi sampai menjelang malam. “Serangan hama burung musim tanam kali ini sangat luas biasa,” kata Anas, petani di Desa Mata Ie, Blangpidie kepada Serambinews.com, Jumat (1/1/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pipittt.jpg)