Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bireuen

Keberadaan Rohingya Saat Malam Tahun Baru di Bireuen jadi Tanda Tanya, Ini yang Sebenarnya Terjadi

“Bagaimana cara mereka sampai di sini ya,” ujar seorang ibu rumah tangga, setelah mengetahui tujuh wanita tersebut berasal dari Myanmar.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Suasana di Kantor Kepala Desa Juli Keude Dua, Juli Bireuen, Jumat (01/01/2021) dinihari saat kedatangan tujuh orang wanita etnis Rohingya. 

“Bagaimana cara mereka sampai di sini ya,” ujar seorang ibu rumah tangga, setelah mengetahui tujuh wanita tersebut berasal dari Myanmar.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kompleks Kantor Kepala Desa Juli Keude Dua, Juli, Bireuen sejak pukul 23.00 WIB, Kamis (31/12/2020) ramai dengan
puluhan warga.

Keberadaan mereka di tempat itu bukan untuk menyambut atau memeriahkan tahun baru 2021, tapi melihat tujuh wanita
etnis Rohingya asal Myanmar yang diamankan ke kantor setempat.

Agusnaidi, salah seorang warga Juli, Bireuen kepada Serambinews.com
mengatakan, banyaknya warga Juli memadati kantor kepala desa bukan
untuk bakar mercon ataumembakar kembang api.

Melainkan untuk melihat ada tamu warga luar negeri yang datang ke Juli dibawa oleh seseorang, ujarnya berkelakar.

Sejumlah warga lainnya baik laki-laki, perempuan, remaja, orang tua
termasuk anak-anak semua ingin mengetahui  tujuh wanita Rohingya yang
sedang diamankan di tempat itu.

Ketujuh wanita tersebut, ada yang menangis dan ada juga yang menenangkan rekannya yang sedang menangis.

Baca juga: BK Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya Isi Pergantian Tahun dengan Zikir, Doa dan Satuni Anak Yatim

Beberapa pelintas ruas jalan Bireuen-Takengon juga berhenti, ketika
melihat ramainya warga berkumpul di ruas jalan tersebut.

Mereka hendak memastikan kejadian apa.

Setelah mendapat penjelasan, ada tamu dari luar negeri berada di Bireuen mereka adalah pengungsi.

“Bagaimana cara mereka sampai di sini ya,” ujar seorang ibu rumah tangga, setelah mengetahui tujuh wanita tersebut berasal dari Myanmar.

Pintu kantor keuchik dijaga dengan baik oleh para pemuda.

Siapa yang ingin melihat dibolehkan, asal tidak berdesak-desakan dan dibatasi.

Khalil, salah seorang perangkat desa setempat kepada Serambinews.com
mengatakan, kehadiran mereka ke sini (Juli Keude Dua) tentunya ada
yang membawa dan mungkin akan dibawa ke daerah lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved