Breaking News:

Berita Aceh Barat

Pemindahan Aliran Sungai Lhok Guci Masih Terkendala Derasnya Debit Air

Penanganan erosi Krueng Meureubo di Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat masih terus dipacu oleh pemerintah...

SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Mukhtaruddin, Kepala BPBD Aceh Barat.] 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Penanganan erosi Krueng Meureubo di Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat masih terus dipacu oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aceh Barat.

Sementara penanganan yang dilakukan itu berupa pemindahan aliran sungai dan pembangunan bronjong di sisi badan jalan yang sudah digerus sungai sebagai upaya penanganan serius oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat banyak.

Dua hal yang dilakukan itu sebagai salah salah satu teknis untuk mencegah meluasnya erosi yang mengancam perumahan dan badan jalan yang sudah dikikis aliran sungai.

Salah satu teknik penanganan yang sedang dilakukan saat ini adalah pemindahan aliran sungai atau normalisasi agar tak mengarah lagi ke badan jalan dan perubahan penduduk.

"Upaya pemindahan aliran sungai saat ini masih terkendala derasnya debit air di daerah itu, sehingga belum bisa dilakukan penutupan di bagian aliran yang mengarah ke badan jalan di Lhok Guci," jelas Mukhtaruddin, Kepala BPBD Aceh Barat kepada Serambi, Sabtu (2/1/2021)..

Disebutkan, penutupan total aliran sungai yang mengarah ke badan jalan masih menunggu hingga debit air tidak deras lagi, sehingga aliran akan berpindah jika telah dilakukan penutupan total nantinya.

Derasnya aliran air belum memungkinkan dilakukan penutupan secara total agar air tidak mengalir lagi ke arah badan jalan atau perumahan warga.

Sementara normalisasi untuk pemindahan aliran sungai dilakukan sepang sekitar 280 cm dengan lebar 10 hingga 10 meter.

Disebutkan, jika aliran sungai di daerah tersebut telah berhasil dilakukan tentunya badan jalan dan Perumahan warga dapat diselamatkan dari ancaman erosi karena air tidak lagi mengalir ke arah ke badan jalan dan perumahan warga.(*)

Baca juga: Teuku Rassya Liburan di Bali Bersama Kekasih, Sempat Dikomentari Aldi Taher, Ini Katanya

Baca juga: Nelayan Aceh Singkil Ditemukan Meninggal, Diduga Ini Penyebabnya

Baca juga: 6 Warga Terkonfirmasi Covid-19 Masih Jalani Perawatan di Gayo Lues, Segini Warga Positif Corona 2020

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved