Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Nelayan Aceh Singkil Ditemukan Meninggal, Diduga Ini Penyebabnya

Nelayan asal Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, ditemukan meninggal...

For Serambinews.com
Jenazah nelayan asal Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, ditemukan meninggal di kawasan Ujung Lolok, Pulau Banyak Barat, Sabtu (2/1/2020). 

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nelayan asal Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, ditemukan meninggal di perairan kawasan Ujung Lolok, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Sabtu (2/1/2020).

Korban dari lokasi dievakuasi tim gabungan Satgas SAR Kepulauan Banyak, Koramil 01/Pulau Banyak, Polsek Pulau Banyak, petugas Puskesmas dan kepala desa Pulau Balai serta Kepala Desa Pulau Baguk.

"Nama korban Abdullah Gadola, umur sekitar 58 tahun tempat meninggal di Ujung Lolok," kata Camat Pulau Banyak, Mukhlis.

Sementara itu penyebab korban meninggal diduga akibat sakit. Sebab selama ini mengeluhkan darah tinggi dan TBC.

"Penyebab meninggal saat mancing mungkin pening," kata Kepala Desa Pulau Balai, Sudirman.

Personel Satgas SAR Kepulauan Banyak, Yudistira mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi, korban berangkat melaut sekitar pukul 08.00 WIB ke kawasan Ujung Lolok dekat dengan tempat kerjanya di Banyak Surf Resort.

Sebelum meninggal, seorang saksi bernama Fahrizal yang berlindung dari cuaca buruk ke Ujung Lolok, bertemu korban sekitar pukul 09.30 WIB.

"Saat itu saksi sempat bertanya kepada korban mengenai wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian aman atau tidak  dan saksi kemudian berhenti sekitar 100 meter dari korban untuk memasak," kata Yudistira.

Kira-kira 30 menit kemudian, saksi melihat korban dalam posisi bersujud di atas perahu kayu. Kala itu Fahrizal mengira korban sedang memindahkan ikan di atas sampan.

Akan tetapi posisi korban sangat lama tidak berubah, padahal sampannya mulai masuk ke daerah berombak.

Hingga akhirnya sampan dan korban karam. Melihat itu saksi memanggil kawan-kawanya untuk menolong korban.

"Tetapi dikarenakan cuaca buruk korban tidak bisa dievakuasi disaat itu dan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.30 WIB," jelas Yudistira.

Selanjutnya saksi menghubungi tim evakuasi di Pulau Banyak. "Jenazah korban sudah dibawa ke Pulau Balai dan langsung dikebumikan," kata Kepala Desa Pulau Balai, Sudirman.(*)

Baca juga: Angbeen Rishi Melahirkan Anak Pertama Adly Fairuz, Ini Arti Nama Anaknya

Baca juga: 6 Warga Terkonfirmasi Covid-19 Masih Jalani Perawatan di Gayo Lues, Segini Warga Positif Corona 2020

Baca juga: Bocah Usia 4 Tahun Meninggal Tercebur ke Sumur, Berawal Menemani Nenek Berjualan di Pantai

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved