Breaking News:

Beijing Mulai Vaksinasi Massal, Ribuan Warga Shunyi Dikarantina

Orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin diberikan tempat duduk untuk menunggu observasi kesehatan selama 30 menit.

Akun Facebook Shanghaiist
Terapkan jaga jarak sosial, Cina buat perisai plastik dan tidak boleh ngomong saat makan 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Pemerintah Kota Beijing mulai menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal terhadap kelompok masyarakat yang tergolong berisiko tinggi, sementara ribuan warga Shunyi dikarantina di sejumlah hotel.

Sembilan kelompok masyarakat berusia 18 tahun hingga 59 tahun mendapatkan vaksin sebelum musim liburan Hari Raya Imlek pada akhir Januari 2021.

Media resmi setempat, Minggu, mencatat mereka yang mendapatkan suntikan vaksin tersebut adalah petugas inspeksi bea cukai bahan makanan beku impor, warga Cina yang bekerja atau belajar di luar negeri, dan petugas sektor transportasi.

Beberapa foto media Cina yang dipantau ANTARA Beijing menggambarkan antrean panjang para penerima vaksin di salah satu pusat pelayanan kesehatan yang dibangun sementara di Ibu Kota Cina itu.

Orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin diberikan tempat duduk untuk menunggu observasi kesehatan selama 30 menit.

Sementara itu, 1.924 warga Distrik Shunyi hasil penelusuran kontak dekat pasien positif Covid-19 telah dikirim ke 15 hotel yang ditetapkan khusus untuk karantina sejak Sabtu (2/1) sore.

Baca juga: Ada Warganet Cek NIK Jokowi, Ternyata tak Masuk Penerima Vaksin Covid Tahap Pertama, Ini Kata Jubir

Baca juga: Menkes: Butuh Waktu Satu Tahun untuk Menjalankan Program Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Israel Tutup Penjara Ramon karena Covid-19, Tahanan Palestina tak Diprioritas Dapat Vaksin

Pada Jumat (1/1), seorang sopir taksi daring dinyatakan positif COVID-19. Sopir tersebut telah menjalani karantina sejak 26 Desember 2020 setelah kontak dekat dengan pasien positif, namun hasilnya negatif.

Pada tes 31 Desember, sopir taksi daring itu hasilnya positif sehingga langsung dirujuk ke RS Ditan, demikian pernyataan Wakil Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing Pang Xinghuo.

Baca juga: Tertutupnya Pemerintah Cina, Menelusuri Asal-usul Covid-19 pun Jadi Sulit

Baca juga: Kebiasaan Gila! Demi Awet Muda, Ratu Cina Konsumsi ASI dan Beternak Wanita untuk Diperas Susunya

Sampai saat ini sudah ditemukan 58 kontak dekat sopir taksi yang seluruhnya dikarantina.

Sebelumnya, CDC Beijing menyebutkan bahwa munculnya gelombang baru kasus COVID-19 berasal dari seseorang yang baru datang dari Indonesia.(antara)

Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved