Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Akan Mencabut Seluruh Embargo ke Qatar, Krisis Teluk Segera Berakhir

Kerajaan Arab Saudi akan mencabut seluruh embargo terhadap Qatar dalam waktu dekat ini. Arab Saudi akan membuka wilayah udara dan perbatasan darat ke

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Poster raksasa Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menghiasi sebuah menara di Doha, Qatar pada 5 Mei 2018. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Kerajaan Arab Saudi akan mencabut seluruh embargo terhadap Qatar dalam waktu dekat ini.

Arab Saudi akan membuka wilayah udara dan perbatasan darat ke Qatar sebagai langkah pertama mengakhiri krisis diplomatik bertahun-tahun.

Krisis itu telah memecah belah mitra pertahanan AS, merusak hubungan sosial dan menghancurkan aliansi tradisional.

Dilansir AP, Selasa (5/1/20210), satu-satunya perbatasan darat Qatar sebagian besar ditutup sejak pertengahan 2017.

Ketika Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain melancarkan blokade terhadap negara Teluk kecil itu.

Menuduhnya mendukung kelompok ekstremis Islam dan memiliki hubungan hangat dengan Iran.

Perbatasan Saudi, yang diandalkan Qatar untuk impor produk susu, bahan bangunan, dan barang-barang lainnya.

Sempat dibuka sebentar untuk memungkinkan warga Qatar menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Warga dan Pekerja Asing Buru-Buru Kembali ke Arab Saudi, Seusai Larangan Perjalanan Dicabut

Tidak jelas konsesi apa yang dibuat atau dijanjikan Qatar tentang perubahan dalam kebijakannya.

Kuwait, yang menjadi penengah sepanjang perselisihan tersebut, pertama kali mengumumkan terobosan diplomatik melalui menteri luar negerinya.

Sebelumnya pada Senin (4/1/2021), Menteri Luar Negeri Kuwait dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Doha.

Untuk menyampaikan pesan kepada amir yang berkuasa di Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Keputusan Saudi itu menandai tonggak utama menyelesaikan perselisihan Teluk, jalan menuju rekonsiliasi masih jauh dari jaminan.

Keretakan antara Abu Dhabi dan Doha paling dalam, dengan UEA dan Qatar memiliki peluang ideologis yang tajam.

Menyusul pengumuman Kuwait, Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash mengatakan negaranya ingin memulihkan persatuan Teluk.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved