Sabtu, 11 April 2026

Sosok Inspiratif

Nurlina, Penjual Kue Mitra ACT Aceh Menjadi Donatur Pembangunan Masjid

"Kini, Nurlina sukses mengubah statusnya dari prasejahtera menjadi donatur, bahkan bisa berdonasi untuk pembangunan masjid."

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
ACT Aceh/For Serambinews.com
Nurlina (jilbab hijau) didampingi relawan MRI Aceh Tamiang menyerahkan donasi untuk pembangunan masjid di kawasan tempat tinggalnya. 

"Kini, Nurlina sukses mengubah statusnya dari prasejahtera menjadi donatur, bahkan bisa berdonasi untuk pembangunan masjid."

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG - Perempuan berusia 40 tahun itu bernama Nurlina, warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Nurlina yang menekuni usaha membuat kue tersebut merupakan mitra organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

Kini, Nurlina tercatat sebagai salah seorang yang sukses mengubah statusnya secara ekonomi, dari penerima bantuan menjadi donatur, bahkan bisa berdonasi untuk pembangunan masjid.

Interaksi Nurlina dengan tim ACT Aceh mulai intens saat Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Tamiang mengajukan nama anak Nurlina untuk mendapatkan pendampingan pengobatan pada tahun 2019.

Baca juga: Mendagri : Vaksinasi Covid-19 Dimulai 13 Januari, Prokes Tetap Ditegakkan

Anak Nurlina bernama Revan Harahap, penderita kanker mata stadium 3. Dibutuhkan biaya akomodasi lumayan besar selama pengobatan Revan, baik utuk transportasi, konsumsi, makanan bergizi, dan lainnya.

Pada awalnya, Nurlina berasal dari kalangan prasejahtera. Ia hanya seorang ibu rumah tangga. Pendapatan suaminya, Irwansyah Harahap (44) yang bekerja di kebun sawit belum mampu memenuhi kebutuhan Revan berobat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tangan Perawat RSUTP Abdya Putus Kena Pisau Pemotong Rumput yang Lepas

Baca juga: Sudah Empat Hari Satu Lagi Korban Tenggelam di Aceh Jaya belum Juga Ditemukan

ACT Aceh dibantu MRI Aceh Tamiang pun menggalang donasi melalui platform Kitabisa guna memenuhi kebutuhan selama Revan menjalani pengobatan. Alhamdulillah, donasi terkumpul dengan cepat.

Revan mulai menjalani pengobatan di RSUZA Banda Aceh. Beberapa kali bolak-balik dari Aceh Tamiang-Banda Aceh menjalani rawat jalan, kondisinya sempat membaik. 

Namun pada 14 Mei 2020, kondisi Revan kembali drop. Nurlina bergegas membawa kembali Revan ke RSUZA. Namu, belum sampai di Banda Aceh, takdir berkehendak lain. Revan mengembuskan nafas terakhir dalam pelukan sang bunda pada usia yang masih sangat belia, 12 tahun.

Revan telah pergi. Masih tersisa dana hasil penggalangan donasi belum semuanya digunakan. Ia menggunakan sisanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui usaha menjual kue dan beternak domba yang didampingi oleh anggota MRI Aceh Tamiang Muhammad Syahyan.

Baca juga: 14.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Aceh, Ini Tahapan Penggunaan Vaksin Covid-19

Sisanya lagi digunakan membantu pembangunan masjid di kawasan tempat tinggalnya. 

Beberapa waktu lalu Nurlina mengunjungi Kantor ACT Aceh di Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. Kondisinya sehat. Ia menceritakan bahwa usahanya kian berkembang. Peminat kue buatannya semakin bertambah.

Demi menambah keberkahan usahanya, Nurlina berkeinginan menyedekahkan sebagian hasil keuntungannya berjualan kepada mereka yang membutuhkan melalui ACT Aceh. Ia menjalin kerja sama dengan ACT Aceh dalam program Shopping Charity.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved