Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Pemimpin Proud Boys, Pendukung Berat Trump Ditangkap, Dituduh Bakar Spanduk Gereja

Pemimpin Proud Boys, kelompok sayap kanan pendukung berat Donald Trump ditangkap pada Senin (4/1/2021) malam.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Sky News
Pemimpin Proud Boys AS, Henry "Enrique" Tarrio 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemimpin Proud Boys, kelompok sayap kanan pendukung berat Donald Trump ditangkap pada Senin (4/1/2021) malam.

Penangkapan dilakukkan oleh polisi Washington DC dengan tuduhan membakar spanduk Black Lives Matter yang dirobohkan dari gereja bersejarah di pusat kota Washington bulan lalu.

Henry "Enrique" Tarrio (36) ditangkap oleh petugas Departemen Kepolisian Metropolitan setelah dia tiba di Washington.

Dia tiba menjelang aksi protes yang direncanakan oleh pendukung Presiden Donald Trump bertepatan dengan pemungutan suara kongres pada Rabu (6/1/2021).

Tarrio ditahan setelah surat perintah dikeluarkan untuk penangkapannya karena perusakan properti, kata polisi.

Dilansir AP, Selasa (5/1/2021), Dia menghadapi dakwaan senjata setelah petugas menemukannya dengan dua magasin senjata api berkapasitas tinggi ketika ditangkap.

Baca juga: Pemberontakan Dari Dalam Ruang Oval, Donald Trump Tetap Bersikeras Menangkan Pemilihan

Unjuk rasa pro-Trump pada Desember 2021 berakhir dengan kekerasan.

Ketika ratusan pendukung Trump, beberapa mengenakan tanda hitam dan kuning dari Proud Boys, berkonfrontasi dengan kelompok aktivis.

Termasuk demonstran yang berusaha melarang mereka dari Black Lives Matter Plaza, dekat Gedung Putih.

Saat malam tiba, pengacau merobohkan spanduk Black Lives Matter dan mencoret dua gereja Black bersejarah di pusat kota Washington dan membakar spanduk itu.

Video yang diposting online menunjukkan orang-orang menuangkan akselerator pada spanduk Black Lives Matter dekat Gereja Metodis Asbury United dan membakarnya.

Salah satu video menunjukkan seseorang berjalan sekitar satu menit kemudian dan menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan api.

Baca juga: Ancaman Trump Terhadap Georgia Membuat Sekutu Eropa Takut pada Demokrasi Amerika

Tarrio mengatakan kepada The Washington Post telah berpartisipasi dalam pembakaran spanduk Black Lives Matter.

Dia akan mengaku bersalah atas perusakan properti dan membayar gereja untuk biaya spanduk tersebut.

Video lain menunjukkan pria melepas tanda Black Lives Matter di Gereja Metropolitan AME.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved