Internasional
Pengadilan Militer Israel Hukum Aktivis Palestina
Pengadilan militer Israel, Rabu (6/1/2021) memutuskan seorang aktivis terkemuka Palestina bersalah.
SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pengadilan militer Israel, Rabu (6/1/2021) memutuskan seorang aktivis terkemuka Palestina bersalah.
Dia didakwa dengan enam tuduhan terkait partisipasinya dalam demonstrasi di kota Hebron, Tepi Barat terhadap pemukiman Yahudi dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Issa Amro dihukum atas tiga dakwaan protes tanpa izin, dua dakwaan menghalangi pasukan keamanan dan satu dakwaan penyerangan.
Tuduhan tersebut terjadi pada tahun 2010, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh para pendukungnya, yang mengatakan hukuman dijadwalkan pada 8 Februari 2021.
Dilansir AP, Rabu (6/1/2021), tidak jelas hukuman seperti apa yang mungkin dia terima.
Militer Israel dan pengacara Amro tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Tentara Palestina Tembak Pria Palestina, Dituduh Melakukan Penikaman
Amro adalah seorang aktivis terkenal yang telah ditahan beberapa kali, seringkali setelah konfrontasi dengan para pemukim di mana dia mengatakan bahwa dia diserang dan dipukuli.
Otoritas Palestina menahannya selama seminggu pada tahun 2017 karena unggahan Facebook yang mengkritik Presiden Mahmoud Abbas.
Ratusan pemukim Yahudi garis keras tinggal di jantung kota Hebron di daerah kantong yang dijaga oleh pasukan Israel.
Kota ini memiliki populasi lebih dari 200.000 orang Palestina, dan terdapat sejarah panjang ketegangan antara kedua komunitas tersebut.
Baca juga: Israel Tutup Penjara Ramon karena Covid-19, Tahanan Palestina tak Diprioritas Dapat Vaksin
Pendukung Amro mengatakan tuduhan itu terkait dengan partisipasinya dalam berbagai protes damai selama bertahun-tahun.
Mereka mengatakan tuduhan penyerangan itu berasal dari kasus yang sebelumnya ditutup pada tahun 2010.
Di mana Amro diduga mendorong seseorang selama perkelahian dan diserang.
Amnesty International mengatakan dalam sebuah pernyataan menjelang sidang bahwa Amro menghadapi dakwaan bermotif politik.
Untuk melawan pendudukan militer Israel dan pemukiman ilegal secara damai.
Baca juga: Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Kado Pahit Bagi Rakyat Palestina
Israel merebut Tepi Barat dalam perang 1967, dan Palestina ingin itu menjadi bagian utama dari negara masa depan.
Warga Palestina memandang kehadiran hampir setengah juta pemukim Yahudi di Tepi Barat sebagai pelanggaran hukum internasional dan penghalang perdamaian.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aktivis-palestina-issa-amro.jpg)