Banjir Malaysia Makin Parah, Siti Nurhaliza Sedih

Penyanyi kelahiran Kuala Lipis, Pahang ini sedih saat sekolahnya yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Clifford terendam banjir hingga seatap

Editor: bakri
FOTO INSTAGRAM SITI NURHALIZA
Banjir di sekolah Siti Nurhaliza yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Clifford. 

* Warga Aceh Galang Bantuan

KUALA LUMPUR - Banjir di Malaysia yang semakin parah membuat Siti Nurhaliza merasakan kesedihan atas musibah ini. Penyanyi kelahiran Kuala Lipis, Pahang ini sedih saat sekolahnya yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Clifford terendam banjir hingga seatap bangunan. Sebagai warga asli Pahang, Siti mengungkapkan keprihatinannya melihat banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Pahang dalam beberapa hari terakhir.

Siti melalui Instagramnya mengunggah foto gedung tempat ia menuntut ilmu dulu yang kini hanya terlihat atap saja akibat banjir. “Ruang kelas tempat saya belajar hanya terlihat atapnya saja, Allah!,” tulis pelantu lagu Cindai, ini pada Selasa (5/1/2021).

Kesedihan Siti Nurhaliza bertambah karena dirinya tidak bisa ke sana untuk memberi pertolongan karena sedang hamil. “Dengan keadaan saya saat ini, saya mungkin tidak bisa turun ke sana seperti biasa untuk melihat sendiri situasi banjir,” katanya.

Ia hanya bisa memanjatkan doa dan memberikan sedikit bantuan kepada korban banjir. “Namun, saya berdoa dan membantu semampu saya karena saya memahami situasi sulit bagi semua korban banjir,” ujar istri Khalid Mohammed Jiwa.

Selain sebagai tempat Siti menuntut ilmu, sekolah yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini juga menjadi lokasi acara ulang tahun fan club-nya, Sitizone di tahun 2017. Saat itu, Sitizone merayakan hari jadinya ke-13 bertema 'Moh Balik Lepih'.

Situasi banjir memburuk

Semakin banyak orang yang dievakuasi akibat banjir di Pahang, Terengganu, dan Kelantan. Sementara situasi banjir di Perak, Selangor, dan Johor, dilaporkan berangsur surut dengan warga mulai kembali dari pengungsian. Di Pahang, situasi dilaporkan memburuk dengan 18.976 orang dievakuasi ke tempat pengungsian. Lebih dari 5.032 kepala keluarga sudah dievakuasi ke 241 pusat bantuan pada Rabu (6/1/2021) pukul 07.30 waktu setempat.

Menurut portal informasi Dinas Kesejahteraan Sosial (JKM), wilayah Maran masih mencatat jumlah pengungsi terbanyak yakni 4.501 orang. Disusul Temerloh (3.020 orang), Lipis (2.551 orang), Raub (2.402 orang), Jerantut (2.329 orang), Kuantan (2.321 orang), Rompin (1.012 orang), Pekan (430 orang), dan Bera (410 orang).

Melansir dari Malay Mail, situasi di Bentong kembali normal dengan penutupan pusat bantuan di distrik tersebut pada Selasa (5/1/2021). Sedangkan pada pukul 07.00 waktu setempat kemarin, ketinggian banjir di wilayah Bera, Kuantan, Lipis, Jerantut, Temerloh, dan Maran masih di atas tingkat bahaya.

Sementara itu, pemegang konsesi Jalan Tol East Coast Expressway Tahap 1 (LPT1), ANIH Berhad, dalam keterangannya menyebutkan, Kilometer (Km) 113 dan 115 ditutup dua arah akibat banjir. Di Km 84,6-84,7 (antara Persimpangan Lanchang ke Persimpangan Karak), jalan juga ditutup untuk lalu lintas. Namun rute dari Lanchang menuju Kuala Lumpur sudah dibuka sejak Selasa (5/1/2020) pagi.

Di Terengganu, Kepala Sekretariat Komite Penanggulangan Bencana Negara, Che Adam A Rahman mengatakan, jumlah korban banjir meningkat menjadi 267 orang pada pukul 08.00 waktu setempat, Rabu (6/1/2021), dari 117 orang pada Selasa (5/1/2020) pukul 15.00 waktu setempat. “Dua pusat bantuan dibuka kembali di Dungun untuk menampung 156 pengungsi,” sebutnya. Di Kelantan, Tanah Merah adalah wilayah kedua yang dilanda banjir dengan delapan pusat bantuan dibangun untuk menampung 125 pengungsi dari 33 keluarga.

Galang bantuan

Sementara itu, warga keturunan Aceh di Malaysia, mulai menggalang dana untuk membantu korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Malaysia. Informasi tersebut disampaikan Presiden Komunity Melayu Aceh Malaysia (KMAM), Datuk Mansyur Usman, serta Jafar Insya Reubee, dan Bukhari bin Ibrahim, melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Serambi, Selasa dan Rabu kemarin.

Datuk Mansyur mengatakan, penggalangan bantuan sudah dimulai pada Selasa (5/1/2021), dan akan berlangsung hingga 13 hari ke depan. Ditargetkan, jumlah bantuan yang terkumpul bisa mencapai 10 ribu paket yang masing-masing paket terdiri atas bahan makanan pokok senilai RM 100 (Rp 345 ribu).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved