Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Malaysia Makin Parah, Siti Nurhaliza Sedih

Penyanyi kelahiran Kuala Lipis, Pahang ini sedih saat sekolahnya yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Clifford terendam banjir hingga seatap

Tayang:
Editor: bakri
FOTO INSTAGRAM SITI NURHALIZA
Banjir di sekolah Siti Nurhaliza yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Clifford. 

Bagi yang berminat memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau bahan makanan pokok, bisa mengantar langsung ke Posko Bantuan Banjir yang juga Kantor Pusat KMAM di Nomor 46 Jalan Raja Bot Chowkit, 50300 Kuala Lumpur.

Jika jumlah bantuan lebih dari 10 paket, maka pengurus KMAM akan menjemput ke tempat penyumbang. “Insya Allah, bantuan akan kita salurkan melalui badan kerajaan atau NGO setempat. Perihal penggalangan bantuan ini sudah kami sampaikan kepada pihak berwenang di Malaysia,” kata Datuk Mansyur.

Tadi malam, Jafar Insya Reubee mengirimkan beberapa foto dan video kegiatan penggalangan bantuan yang dilakukan warga keturunan Aceh di beberapa wilayah di Malaysia. Tokoh Aceh di Malaysia, Bukhari Bin Ibrahim, juga sudah menyebarkan pesan suara yang dikirim ke grup-grup WA yang mengabarkan adanya kegiatan penggalangan bantuan dari pedagang dan saudagar keturunan Aceh untuk membantu korban banjir di sejumlah negara bagian di Malaysia.

Terparah sejak 2015

Datuk Mansyur bin Usman mengatakan, banjir yang melanda Malaysia pada awal Januari 2021 ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Bencana serupa, kata Datuk Mansur, pernah terjadi tahun 2015 lalu.

Kala itu, komunitas Aceh di Malaysia menyalurkan bantuan bahan makanan hingga 30 ton. “Bila kadar bantuan kali ini juga mencapai 30 ton bahan makanan, maka kita akan kembali menggandeng Mindef atau Kementerian Pertahanan Malaysia untuk mengawal bantuan dari masyarakat Aceh, seperti yang pernah kita lakukan pada tahun 2015 lalu,” kata Datuk Mansyur.

Pria kelahiran Aceh Utara yang kini sudah menjadi warga negara Malaysia ini menambahkan, beberapa hari lalu pihaknya juga menyalurkan bantuan dari warga Malaysia kepada korban banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur. “Bantuan senilai RM 10.000 dari Yayasan Pok Rafeah Malaysia ini sudah kita salurkan dalam bentuk sembako kepada korban banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur,” kata Datuk Mansyur sembari mengirimkan foto penyaluran bantuan tersebut.

“Jadi memang sudah lazim antara orang Aceh dan Malaysia untuk saling membantu jika ada yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya. (agus ramadhan/nal)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved