Senin, 27 April 2026

Berita Bireuen

Waduk Cot Saluet Peusangan Siblah Krueng Bocor, Petani Khawatir Gagal Panen

Dampak dari bocornya bagian pintu bendung pada waduk, membuat petani khawatir suplai air ke sawah tidak maksimal.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Waduk yang menampung air hujan di kawasan Desa Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen bocor bagian bawah, sehingga tidak mampu menampung air yang memadai untuk kebutuhan sawah di kawasan itu 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Salah satu waduk di Gampong Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen sejak beberapa waktu lalu di bagian pintu bendung  diketahui sudah bocor, dampaknya tidak dapat menampung air yang memadai untuk mengairi sekitar 60 hektar sawah di kawasan itu.

Dampak dari bocornya bagian pintu bendung pada waduk yang luasnya mencapai 1 hektar, petani khawatir suplai air ke sawah tidak memadai dan ujungnya hasil panen menurun bahkan bisa gagal panen.

Sekdes Cot Saleut, Nazaruddin yang didampingi Munawir salah seorang petani setempat kepada Serambinews.com, Sabtu (09/01/2021) mengatakan,  perangkat gampong dan pemilik sawah di Gampong Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng mengatakan, kondisi pintu bendungan bocor menyusahkan para petani.

“Waduk tersebut menampung air hujan dan terdapat mata air di sekitar waduk, air dari waduk dialiri ke sawah petani, namun daya tampung sekarang  tidak maksimal  lagi karena sudah bocor,’ ujarnya.

Ditambahkan, selama ini 60 hektare sawah di mengandalkan  sumber air waduk tersebut dan juga hujan, tetapi akibat kondisi bagian pintu bendung bocor setelah direhab dua tahun terakhir tidak dapat lagi menampung debit air hujan yang memadai mengairi sawah.

“Bocornya pada beton bagian bawah dekat pintu air terlihat ada beberapa titik air
mengalir keluar,” ujarnya.

Mengatasi  kerusakan yaitu bocor pada pintu air perangkat desa dan masyarakat mengharapkan  Pemkab Bireuen  untuk segera memperbaiki kembali pintu air waduk agar dapat  menampung air hujan, memenuhi kebutuhan suplai air ke sawah terutama saat musim panas atau kemarau.

Sekdes menjelaskan, saat ini petani di desanya itu sudah mulai menanam padi, untuk sumber air belasan hektare sawah ada aliran air dari alur di pinggir jalan Cot Saleut sedangkan dari waduk airnya minim sehingga tidak bisa dialiri ke sawah melalui saluran.

Ditambahkan, saat ini kondisi waduk bocor dan tidak dapat menampung air hujan penuhnya waduk, kami  berharap perhatian Pemkab Bireuen memperbaiki kerusakan tersebut," harap Sekdes dan sejumlah petani lainnya.

Disebutkan, dalam kondisi normal hasil panen padi dari luas sawah kisaran 400 meter atau satu rante hasilnya mencapai 400 - 500 kilogram tetapi akibat kekurangan air hasil panen berkisar  200 kilogram dengan luas yang sama, bahkan ada yang gagal panen.(*)

Baca juga: Pasien Covid-19 Diduga Bunuh Diri karena Depresi, Saat Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Baca juga: Kabar Gembira, Menaker Perpanjang BLT Subsidi Gaji Karyawan Swasta, Ini Jadwalnya

Baca juga: Nelayan Langsa Ini Nyambi Edarkan Sabu, Sempat Buang BB Saat Ditangkap Polisi

Baca juga: Alami Kejadian Mistis, Sarwendah Temukan 2 Gunting di Ban Mobil, 3 Tapak Tangan di Kaca Kamar Mandi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved