Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia: Pengelola Warkop Jangan Abaikan Syariat Islam

Jangan karena kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 melanda Banda Aceh, lalu mengabaikan Qanun Syariat Islam.

hand over dokumen pribadi
Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara 

Laporan Asnawi Luwi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara SKH MSi,  menyatakan bagi pengelola warung kopi (Warkop) dan penjualan makanan lainnya di Banda Aceh,  jangan karena kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 melanda Banda Aceh, lalu mengabaikan Qanun Syariat Islam.

Selain itu, warkop juga harus tersedia call center adzan untuk mengingatkan pelanggan yang nongkrong di Warkop.

"Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh harus sangat di perhatikan semua pihak saat ini,"ujar Tati Meutia Asmara kepada Serambinews.com, Minggu (10/1/2021).

Permasalah tidak sedikit di Banda Aceh sepertikasus judi online (higgs domino yang membeli chip domino) yang mewabah, adanya tindakan tidak pantas muda/i di tempat umum  yang berbuat mesum, belum lagi hal lainnya yang melanggar Qanun Syariat Islam dan kita prihatin pada hal tersebut yang ini semua menjadi perhatian semua elemen masyarakat dalam mendukung Syariat Islam secara kaffah.

Menurutnya, bagi pelanggar syariat islam harus ditindak, khusus untuk aktivitas warkop, jangan karena semata pemenuhan kebutuhan ekonomi di tengah pandemi malah esensi syariat kita lupakan.

Menurut Tati, dalam waktu dekat ini akan kembali memanggil Dinas Syariat Islam yang baru- baru ini telah mengeluarkan indikator syariah di Banda Aceh dan juga akan memanggil pihak MPU terkait beberapa pelanggaran juga sikap MPU pada vaksin sinovic Covid-19 serta akan mengajak Komisi 1 DPRK memanggil Satpol PP juga instansi terkait lain untuk menertibkan hal tersebut.

Menurut Tati, saat ini untuk waktu salat jumatan sudah merata warkop tutup sementara waktu hingga selesai salat jumatan dan paling tidak untuk  waktu-waktu salat yang lain kita minta agar ditutup sebagai menghargai Qanun Syariat dan perlu ada call center adzan dan imbauan di tiap warkop yang nantinya menghimbau semua pengunjung untuk sholat, fasilitas prasarana wudhu dan musalla juga harus disiapkan dengan baik.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Ridwan Ibrahim SAg Mpd, mengatakan, perkara Syariat Islam yang harus ditangani bersama.

“Kita sedang menyusun tim terpadu penegakan syariat Islam yang melibatkan seluruh elemen masyarakat yang didukung oleh Forkopimda Kota Banda Aceh,” katanya.(*)

Baca juga: VIDEO Detik-detik Penemuan Puing Pesawat Sriwijaya Air yang Hancur Berkeping-keping di Dasar Laut

Baca juga: Susi Air Mulai Layani Penerbangan Rute Banda Aceh-Bener Meriah, Waktu Tempuh 45 Menit

Baca juga: VIDEO Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Dilanjutkan, Barang dan Puing Dibawa ke KRI Parang

Baca juga: Anak 5 Tahun Naik Ambulans Sendirian untuk Karantina, Videonya Buat Netizen Tersentuh Bye Mama

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved