Minggu, 12 April 2026

Internasional

Petinggi Militer AS Khawatir, Donald Trump Akan Membuat Bencana Besar

Para petinggi militer AS, khususnya di Pentagon mulai mengkhawatirkan sikap Presiden AS Donald Trump.

Editor: M Nur Pakar
New Statesman
Presiden AS Donald Trump \ 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Para petinggi militer AS, khususnya di Pentagon mulai mengkhawatirkan sikap Presiden AS Donald Trump.

Terutama, seusai Trump kalah dari berbagai pertarungan, baik di pengadilan maupun Kongres yang akhirnya mengesahkan kemenangan Joe Biden.

Termasuk, ketika massa yang marah menyerbu barikade Capitol AS pada Rabu (6/1/2021) sore.

Mengirim anggota parlemen dan staf mereka melarikan diri untuk dan pemerintah sementara dilumpuhkan oleh kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab.

Polisi Capitol dan walikota Washington, DC, memohon bantuan dari Garda Nasional.

Tetapi Pentagon enggan menanggapi setelah kritik atas penempatan pasukan terhadap pengunjuk rasa di Washington.

Akhirnya Wakil Presiden Mike Pence, dari lokasi yang aman dan dirahasiakan dengan para pemimpin Kongres.

Menghubungi langsung Penjabat Sekretaris Pertahanan Christopher Miller dan Ketua Gabungan Mark Milley.

Pasukan Pengawal Nasional dari negara bagian tetangga diaktifkan, tetapi pada saat itu gedung Capitol telah dibanjiri pendukung Trump.

Baca juga: Pendukung Trump, QAnon Mulai Ragu Atas Rencana Kembali Guncang Washington

Hilang dalam tindakan pada saat kritis di salah satu hari tergelap dalam sejarah AS adalah panglima tertinggi.

Presiden Trump telah secara eksplisit memanggil para pendukungnya ke Washington untuk waktu yang liar.

Kemudian membuat mereka bersemangat dengan pidato permusuhan di Ellipse dan mengirim mereka berbaris menuju Capitol.

Di mana sesi bersama diadakan untuk menghitung suara Electoral College yang akan diberikan pada pemilihan presiden kepada Joe Biden.

Setelah itu Trump mundur ke Gedung Putih untuk menyaksikan hasil karyanya diputar di televisi.

Para pembantu dekat memintanya untuk menghentikan massa dan membela kursi pemerintahan yang harus dia bela.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved