Selasa, 28 April 2026

Tenaga Kerja

Jumlah Pengangguran Tinggi, Menaker Minta Kepala Daerah di Aceh Alokasi Dana untuk BLK

Para pemuda di sebuah daerah banyak menganggur karena kurang skill atau belum punya keterampilan khusus. Oleh karena itu bupati/wali kota dan gubernur

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Bupati Aceh Tamiang, Mursil sedang menjelaskan progam SDC dan minta batuan alat pelatihan kerja untul BLK kepada Menaker Ida Fuaziyah, saat berkunjung ke BLK Banda Aceh, didampingi Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, Senin (10/1). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, para bupati dan wali kota yang jumlah pengangguran di daerahnya sangat tinggi, jangan pelit mengalokasikan dana APBK untuk kegiatan pelatihan keterampilan bagi para pemuda yang menganggur.

“Para pemuda di sebuah daerah banyak menganggur karena kurang skill atau belum punya keterampilan khusus. Oleh karena itu bupati/wali kota dan gubernurnya, harus lebih memperhatikan alokasi anggaran untuk Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di daerahnya,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam Kunjungan Kerjanya ke BLK Kota Banda Aceh, Senin (11/1/2021).

Acara Kunjungan Menaker ke BLK Kota Banda Aceh, juga dihadiri Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, SH, MKn, Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, Ketua Furom Jejaring Kelompok Pemagangan (FJKP) Aceh, Ir Jamaluddin, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Ir Iskandar Syukri, dan Dirjen Bina Lattas, Budi Hermawan dan undangan lainnya.

Kunjungan Menaker diawali pertemuan dan penjelasan Dirjen Bina Lattas, Budi Hermawan lebih dulu, tentang peran dan fungsi BLK di Aceh dan Indonesia.

Budi Hermawan menjelaskan, BLK Kota Banda Aceh ini lahir pada tahun 1978, luas arealnya 3 hektare, memiliki tenaga pengajar dan staf sebanyak 65 orang.

Baca juga: PT Takabeya Perkasa Grup Bireuen Gelar Maulid & Santuni 160 Anak Yatim, Ceramah oleh Tu Sop Jeunieb

Baca juga: VIDEO Menaker Ajak Pemerintah Aceh Cari Solusi Atasi Pengangguran di Tanah Rencong

Baca juga: Minta Pindah, PNS Aceh Singkil Dianggap Mengundurkan Diri

Setiap tahun membina 3.500 orang, memiliki 46 BLK binaan komunitas dan juga membina 11 BLK di Kabupaten/Kota.

Selain itu, BLK Kota Banda Aceh juga melakukan kerja sama dengan Lembaga Skil Develoment Center (SDC) yang dibangun sejumlah Bupati.

Misalnya dengan SDC Aceh Tamiang. Kerja sama itu dilaksanakan, dalam rangka meningkatkan skill tenaga muda yang menganggur untuk mendapatakan keterampilan khusus.

Misalnya keterampilan perbengkelan sepada motor, industri pengolahan makanan dan lainnya.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengatakan, ia membuat lembaga SDC didasari banyaknya tenaga muda di daerahnya yang menganggur selepas lulus sekolah SMA, maupun yang tidak tamat SMA dan SMP, belum miliki keterampilan khusus atau skill.

Salah satu cara untuk meningkatkan skill para pemuda tamatan SMA maupun tak tamat SMA yang belum punya skill itu, adalah memberikan keterampilan khusus kepada mereka.

Salah satu jalan sebelum ada BLK, membentuk SDC, sebagai cikal bakal lahirya BLK.

Gedung BLK di Aceh Tamiang, kata Musil, sudah dibangun, tapi peralatan permesinan untuk pelatihan anak muda yang menganggur yang belum ada. Untuk itu, ia memohon bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja.

Sementara, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan, angka pengangguran di Aceh, yang paling sedikit adalah di Kota Banda Aceh sekitar sebesar 3 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved