Update Corona di Abdya
Lebih Satu Bulan, Aceh Barat Daya Nihil Kasus Covid-19
Delapan pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeum
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
Sementara itu Kasus baru probable atau PDP (Pasien Dalam Perawatan) dan Suspek atau ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19, tidak ditemukan lagi di Kabupaten Abdya sejak 23 November 2020 hingga Selasa (12/1/2021) sore.
Probable atau pasien bergejala Covid-19 di Kabupaten Abdya, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu, berjumlah 47 orang.
Sebanyak 43 orang di antaranya dinyatakan sembuh atau tidak ada gejala setelah dirawat.
Sedangkan empat pasien probable lainnya meninggal dunia, yaitu satu warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, dan satu warga asal Jakarta Selatan, dan satu warga Kecamatan Susoh.
Bukan saja probable, warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek, atau ODP juga tidak ditemukan lagi sekitar satu bulan terakhir, hingga Selasa (12/1/2021) sore.
Kepala Dinkes Abdya, Safliati menjelaskan update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak lebih satu bulan lalu.
Persiapkan Tempat Dosis Vaksin Covid-19
Diberitakan, Dinkes Kabupaten Abdya, sudah mempersiapkan tempat dosis vaksin Covid-19. Tenaga kesehatan (nakes) setempat merupakan kelompok utama atau sasaran utama yang akan menerima vaksinasi.
“Tempat dosis vaksin Covid-19 yang akan diterima sudah kita persiapkan di Dinkes, sebelum didistribusikan ke puskesmas-puskesmas,” kata Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Senin (11/1/2021).
Hanya saja vaksin Covid-19 tersebut belum diterima dari Dinkes Aceh, dan berapa kuota vaksin Covid-19 yang akan diterima untuk Abdya untuk tahap pertama juga belum diketahui.
“Informasi sementara bahwa Dinkes Aceh menerima 14.000 dosis vaksin Covid-19, akan didistribusi ke 23 kabupaten/kota. Berapa kuota untuk kita (Abdya), belum tahu,” kata Safliati.
Pun begitu, katanya, persiapan tempat vaksin tersebut sudah disiapkan di Dinkes setempat.
Kelompok utama yang akan menerima vaksinasi Covid-19 itu, Kepala Dinkes Abdya itu menjelaskan, masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinkes Aceh. Namun, dari informasi awal bahwa tenaga kesehatan (nakes) menjadi sasaran utama atau kelompok pertama menerima vaksinasi.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Sebagian Kawasan Aceh Tamiang Kembali Banjir
Terkait hal ini, sudah dilakukan pendataan nakes di Kabupaten Abdya, berjumlah sekitar 700 orang, termasuk nakes tenaga kontrak daerah.
“Nakes di Abdya yang telah didata sekitar 700 orang menjadi sasaran utama menerima vaksinasi covid,” ujar Safliati. Baru kemudian, kelompok yang lain dan masyarakat yang akan divaksinasi Covid-19 .
Menyangkut ketersediaan tenaga vaksinasi di 13 puskesmas di wilayah Kabupaten Abdya, Safliati menjelaskan, tenaga vaksinasi (during) sudah tersedia satu orang di setiap puskesmas, dan mereka memang telah mengikuti pelatihan imunisasi, disamping tenaga vaksinasi yang ada di Dinkes Abdya.(*)