Jumat, 10 April 2026

Internasional

Inggris Keluar Uni Eropa, Irlandia Utara Mulai Kekurangan Bahan Makanan

Jaringan supermarket terbesar di Inggris pada Rabu (13/1/2021) memperingatkan pasokan makanan di Irlandia Utara menghadapi gangguan.

Editor: M Nur Pakar
AP
Rak-rak yang kosong terlihat di supermarket Sainsbury di pusat perbelanjaan Forestside di Belfast, Irlandia Utara pada Senin (11/12021). 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Jaringan supermarket terbesar di Inggris pada Rabu (13/1/2021) memperingatkan pasokan makanan di Irlandia Utara menghadapi gangguan.

Seiring pemeriksaan baru yang diberlakukan seusai Inggris keluar dari Uni Eropa.

Setelah foto-foto muncul dan memperlihatkan rak-rak kosong, kepala eksekutif Tesco, Sainsbury's, Asda, Islandia, Co-Op dan Marks & Spencer menulis kepada pemerintah.

Dilansir AP, mereka mengatakan akan ada gangguan signifikan kecuali tindakan segera untuk memperbaiki sistem yang tidak bisa dijalankan .

Inggris meninggalkan ekonomi blok 27 negara, tahap terakhir Brexit, pada akhir tahun 2020.

Baca juga: Inggris Sorot Pelanggaran HAM di Xinjiang, Minta China Beri Akses PBB

Kesepakatan perdagangan yang mulai berlaku 1 Januari 2021 memungkinkan Inggris dan UE untuk berdagang barang tanpa kuota atau tarif.

Tapi itu jauh dari rencana mulus dan bebas repot yang dinikmati Inggris, dari pasar tunggal UE.

Perusahaan menghadapi biaya baru dan birokrasi, termasuk deklarasi bea cukai dan pemeriksaan perbatasan.

Irlandia Utara tetap terikat erat dengan ekonomi blok di bawah persyaratan perceraian Brexit untuk melindungi perbatasan terbukanya dengan Irlandia anggota UE.

Itu berarti ada pemeriksaan baru antara Irlandia Utara dan seluruh Inggris, termasuk deklarasi bea cukai untuk barang dan sertifikat kesehatan ekspor untuk produk makanan hewani.

Masa tenggang tiga bulan berarti beberapa tindakan tidak akan diberlakukan hingga 1 April 2021.

Baca juga: Seorang Pria Libya Penikam Tiga Temannya di Inggris Dihukum Seumur Hidup

Tetapi perusahaan sudah mengatakan mereka terhuyung-huyung di bawah beban dokumen baru.

Ian Wright, Kepala Eksekutif Federasi Makanan dan Minuman Inggris, mengatakan kepada komite anggota parlemen bahwa Irlandia Utara berisiko beralih dari TV berwarna ke hitam dan putih.

Pemerintah Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim baru yang berdedikasi dalam pemerintahan telah dibentuk.

Bahkan, akan bekerjasama dengan supermarket, industri makanan, dan Eksekutif Irlandia Utara untuk mengembangkan cara-cara merampingkan pergerakan barang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved