Breaking News:

Internasional

Wanita Bangladesh Protes, Dilarang Menjadi Petugas Pencatat Pernikahan Muslim

Wanita Bangladesh melakukan protes agar putusan Pengadilan Tinggi yang melarang mereka menjadi petugas pencatat pernikahan Muslim dibatalkan.

AFP/File
Aktivis perempuan bergabung dalam protes cahaya lilin menuntut keadilan atas insiden pemerkosaan baru-baru ini di Dhaka, Bangladesh pada 9 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA- Wanita Bangladesh melakukan protes agar putusan Pengadilan Tinggi yang melarang mereka menjadi petugas pencatat pernikahan Muslim dibatalkan.

Mereka mengatakan putusan itu melanggar hak konstitusional mereka.

Pengadilan Tinggi Dhaka, mengutip:

Dengan kondisi fisik tertentu menolak petisi oleh Ayesha Siddiqua, dari Dinajpur di Bangladesh utara.

Dia ditolak untuk bekerja sebagai pencatat pernikahan Muslim dengan alasan seorang wanita.

Pengadilan, merujuk pada menstruasi dengan mengatakan perempuan di negara mayoritas Muslim tidak dapat memasuki masjid selama waktu tertentu dalam sebulan dan diskualifikasi fisik.

Dilansir ArabNews, Kamis (14/1/20210) hal itu berarti mereka tidak dapat melakukan tugas-tugas keagamaan seperti mendaftarkan pernikahan.

Baca juga: Gubernur Aceh Larang ASN dan Tenaga Kontrak Selenggarakan dan Menghadiri Pesta Pernikahan

Politisi, pengacara, dan aktivis perempuan bereaksi marah atas putusan itu.

“Ini menolak konsep persamaan hak bagi perempuan dan Saya memprotes keputusan tersebut, ”kata anggota parlemen Liga Awami Meher Afroz Chumky.

Chumky, sekretaris urusan perempuan partai, dan mantan menteri urusan perempuan dan anak-anak, menyebut keputusan pengadilan itu "memalukan".

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved