Jumat, 10 April 2026

Vaksinasi

Bupati Aceh Besar Gagal Mendapat Suntik Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

dr Zamindar SPP mengatakan pemeriksaan tekanan darah merupakan salah satu persyaratan dari 16 persyaratan yang terdapat dalam formulir penyuntikan vak

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, sedang diperiksa tekanan darah oleh seorang dokter spesialis paru di RSUD Indrapuri. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali gagal mendapat suntikan vaksin covid 19 di RSUD Indrapuri, Jumat (15/1).

Penyuntikan vaksin urung dilaksanakan karena Mawardi Ali mengalami tekanan darah tinggi setelah dua kali pemeriksaan tensi mencapai 170/100.

“Orang yang tekanan darahnya sedang tinggi, seperti Bupati Aceh Besar tadi, mencapai 170/100, belum bisa diberikan suntikan vaksin covid 19,” kata dokter spesialis paru di RSUD Indrapuri, Aceh Besar dr Zamindar SpP yang memeriksa tekanan darah bupati kepada wartawan pada acara vaksinasi covid-19 perdana untuk Kabupaten Aceh Besar di RSUD Indrapuri, Jumat (15/1).

dr Zamindar SPP mengatakan pemeriksaan tekanan darah merupakan salah satu persyaratan dari 16 persyaratan yang terdapat dalam formulir penyuntikan vaksin covid 19.

Orang yang ingin disuntik vaksin covid 19, jika tekanan darahnya pada waktu diperiksa di atas 130, belum bisa diberikan suntikan vaksin covid, kendati 15 persyaratan lainnya terpenuhi.

Baca juga: 11 Orang Disuntik Vaksin Sinovac Covid-19 di Banda Aceh Termasuk Kadiskes Kota Banda Aceh

Baca juga: Hukum Meminta Mahar Tinggi untuk Ajang Gengsi, Simak Penjelasan Tgk Jim

Baca juga: Pasukan Keamanan Lebanon Puji Warga, Patuhi Aturan Tetap Tinggal di Rumah

Jadi, kata dr Zaimindar untuk mendapatkan suntikan vaksin covid 19 harus bebas dari 16 persyaratan tersebut.

Adapun 16 persyaratan untuk bisa disuntik vaksin covid 19 itu, sebut dr Zamindar adalah, pernah menderita covid 19, ibu sedang hamil dan menyusui, sedang mengalami gejala Ispa, pernah kontak, atau satu rumah dengan penderita covid 19, atau sedang dalam perawatan penyembuhan covid 19, memiliki riwayat alergi berat atau gejala sesak nafas dan kemerahan.

Selanjutnya sedang mendapat terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun sistematik, penderita penyakit ginjal.

Selanjutnya penderita penyakit reumatik, penderita penyakit saluran pencernaan kronis, belas penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker,kelaianan darah, imunokompromais/defisiensi imun dan penerima produk darah/transfusi, penderita penyakit diabetes melitus, penderita HIV dan memiliki penyakit paru.

Oleh karena itu, masyarakat yang tubuhnya terdapat salah satu penyakit yang tersebutkan di atas tadi, dirinya belum bisa diberikan suntikan vaksin covid 19 yang merupakan salah satu vaksin untuk melindungi dari penularan virus corona.

Untuk menurunkan tekanan darah bupati Mawardi Ali langsung minum obat.

Kepada wartawan, bupati mengatakan sejak kemarin tekanan darahnya sedang tinggi. Padahal dirinya sangat ingin disuntik vaksin covid 19, untuk peningkatan anti bodi dari penularan virus corona dan mudah dalam perjalanan ke luar daerah.

Keuntungan orang yang sudah divaksin covid 19, kata Mawardi Ali, kalau dirinya ingin melakukan perjalanan ke luar daerah naik pesawat, tidak perlu lagi diswab, karena sudah pernah divaksin covid 19.

Orang yang sudah pernah divaksin covid 19, akan diberikan surat keterangan pernah divaksin dan surat itu, bisa dijadikan sebagai ganti surat kesehatan dan swab untuk perjalanan naik pesawat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved