Minggu, 10 Mei 2026

Internasional

Insinyur Militer Wanita Arab Saudi Pecahkan Hambatan Gender

Sekelompok dari 100 wanita lebih Arab Saudi telah mengatasi hambatan gender. Bahkan, telah mampu berkontribusi pada transformasi teknologi Kerajaan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Wanita Arab Saudi bekerja di pabrik militer Advanced Electronic Company (AEC) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Sekelompok dari 100 wanita lebih Arab Saudi telah mengatasi hambatan gender.

Bahkan, telah mampu berkontribusi pada transformasi teknologi Kerajaan melalui manajemen pabrik militer Advanced Electronic Company (AEC).

Tim tersebut telah memperoleh keahlian dalam peran manufaktur yang mendukung bidang-bidang kepentingan nasional seperti transformasi digital, efisiensi energi, dan lokalisasi industri militer.

Dilansir ArabNews, Jumat (15/1/2021), mereka telah mengerjakan banyak proyek utama dengan peralatan militer canggih dan solusi elektronik.

Seperti merakit komponen elektronik, mengoperasikan mesin kompleks yang penting untuk proses manufaktur.

Baca juga: Arab Saudi Buka Pasar Tani di Diriyah, Kampanyekan Pentingnya Buah dan Sayuran

Kemudian, memproduksi dan menguji sistem canggih seperti optik laser, layar canggih, dan perangkat optoelektronik.

Setelah dilatih dalam standar militer, para wanita itu juga mengawasi pengembangan presentasi teknis dan analisis biaya.

Bahkan, mengelola kinerja pabrik untuk mematuhi prosedur kontrol kualitas yang ketat dari MEA.

“Sebagai bagian dari peran saya, saya bertanggung jawab untuk mendukung banyak aktivitas manufaktur di pabrik,” Shaza Khamis, seorang insinyur manufaktur.

"Dengan menerapkan metode studi waktu dan pengukuran kerja, saya dapat menerapkan teknik manufaktur bebas limbah yang efisien," tambahnya.

Rekannya Lana Owaidah, seorang insinyur manufaktur, mengatakan wanita memiliki semangat tim yang luar biasa, karena merasa telah menyumbangkan sesuatu yang penting bagi negara.

"Saya berpartisipasi dalam menyiapkan dan mengoperasikan mesin dan proses, serta menyesuaikan desain alat dan perlengkapan manufaktur di jalur produksi," katanya.

Baca juga: Arab Saudi Buka Peluang Kerja Wanita Seluas-luasnya

Dia menambahkan semua orang di tim bangga dengan pekerjaan mereka dan berusaha memberikan upaya terbaik kepada perusahaan dan Kerajaan.

Ghadir Bin Jamaan, seorang petugas produksi, mengatakan keberhasilan pabrik tersebut dapat dikaitkan dengan keinginan karyawan bekerja sesuai standar internasional tertinggi.

“Peran saya, mengawasi kontrol sel produksi dan memastikan tim memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melakukan setiap tugas secara akurat," ujarnya.

"Juga harus sesuai dengan desain dan spesifikasi teknis yang diberikan,” tambahnya.

Dia mengatakan memperhatikan rasa tanggung jawab bersama yang kuat di antara tim.

"Setiap anggota tim memiliki keahlian unik untuk ditambahkan ke jalur produksi," ujarnya.

"Sangat menyenangkan melihat semua orang bekerja sama untuk mencapai hasil yang mengesankan," harapnya.

Baca juga: Arab Saudi Nilai Iran Sebagai Musuh Utama, Telah Menyebarkan Malapetaka di Timur Tengah

Reem Malak, spesialis manajemen konfigurasi di pabrik mengaku bangga menunjukkan kepada dunia bahwa insinyur wanita dapat berkontribusi dalam proses produksi bersama kolega pria.

“Saya berterima kasih kepada AEC atas semua dukungan dan pelatihan yang telah saya terima," ujarnya.

"Serta kesempatan untuk melakukan pekerjaan penting ini dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih hemat energi bagi negara dan rakyat,” dia menambahkan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved