Breaking News:

Tanah Bergerak

Kalak BPBA Pantau Lokasi Tanah Bergerak, Ini Pesan Abi Ilyas ke Kalak BPBD Aceh Besar 

"Terkait fenomena ini kita segera rapat koordinasi lintas sektor  termasuk mengundang para pakar dari Universitas Syiah Kuala," kata Kalak BPBA.

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
Dok BPBA/For Serambinews.com
Kalak BPBA,Abi Ilyas didampingi Kasi Kesiapsiagaan BPBA Fazli, Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala Dr Nazli Ismail, Kalak BPBD Aceh Besar Farhan AP, Camat Kuta Cot Glie Imam Munandar, dan keuchik Lamkleng ketika meninjau fenomena tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat (15/1/2021) sore. 

"Terkait fenomena ini kita segera rapat koordinasi lintas sektor  termasuk mengundang para pakar dari Universitas Syiah Kuala," kata Kalak BPBA.

Laporan Nasir Nurdin | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dr. Ir. Ilyas Yunus, MP yang akrab disapa Abi Ilyas memantau lokasi tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie,  Kabupaten Aceh Besar, Jumat (15/1/2021). 

Saat berkunjung ke lokasi kejadian, Abi didampingi Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli, SKM, M.Kes dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (MIK USK), Dr Nazli Ismail.

Ikut juga Kalak BPBD Aceh Besar Farhan AP, Camat Kuta Cot Glie Imam Munandar, S.STP, dan keuchik Lamkleng.

Baca juga: Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie Tetap Turun Meski tak Hujan, Sudah 140 Cm Dalamnya

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi, Bupati Mawardi Ali Gagal Divaksin Corona, Saat Vaksinasi Perdana di Aceh Besar

Laporan terbaru dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, akibat fenomena itu dua kepala keluarga (11 jiwa) harus mengungsi di tempat aman.

Dilaporkan juga, dalam rangka penanganan darurat di lokasi kejadian, sejak Rabu (13/1/2021) malam telah disiagakan personel BPBD Aceh Besar dan Tagana Dinas Sosial Aceh Besar.

Selain itu telah didirikan dua tenda termasuk tenda untuk koordinasi dari BPBD dan Dinas Sosial Aceh Besar. 

Baca juga: Tabrak Lembu di Lintas Meulaboh-Calang, Pengendara Sepmor Meninggal di Tempat

Saat di lokasi tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kalak BPBA sempat mengukur kedalaman rekahan yang sudah mencapai 140 cm. 

Baca juga: VIDEO - Cuaca Buruk di Bandara Supadio, Garuda dan Lion Air Gagal Mendarat di Pontianak

Dari hasil pengukuran itu diperoleh kesimpulan sementara telah terjadi pergerekan sekitar 30 cm setiap harinya. 

"Berdasarkan fakta yang dikumpulkan dari tim lapangan, saat diukur pertama sekali, Senin (11/1/2021) kedalamnya sekira 40 cm. Sehari kemedian menjadi 70 cm, dan pada hari Jumat (15/1/2021) telah mencapai 140 cm," kata Kalak BPBA. 

Koordinasi Lintas Sektor

Berdasarkan koordinasi di lapangan antara Kalak BPBA dan Kalak BPBD Aceh Besar, disepakati dalam aktu dekat dilakukan rapat koordinasi lintas sektor  termasuk mengundang para pakar dari Universitas Syiah Kuala (USK).

Baca juga: Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun - Kabar Duka dari Ulama, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Wafat

Kalak BPBA juga meminta Kalak BPBD Aceh Besar mengirim surat ke BPBA untuk permintaan logistik dan kebutuhan lainnya.

"Pemerintah Aceh melalui BPBA akan membantu," demikian Abi Ilyas yang dilantik sebagai Kalak BPBA menggantikan Ir Sunawardi M.Si, Senin  11 Januari 2021. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved