Internasional
GitHub Minta Maaf, Memecat Karyawan Yahudi Pemberi Peringatan Nazi di Capitol AS
Perusahaan teknologi GitHub meminta maaf karena telah memecat seorang karyawan Yahudi. Dia memperingatkan rekan-rekannya tentang kehadiran Nazi
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Perusahaan teknologi GitHub meminta maaf karena telah memecat seorang karyawan Yahudi.
Dia memperingatkan rekan-rekannya tentang kehadiran Nazi di Washington pada hari penyerangan Capitol AS 6 Januari 2021.
Setelah penyelidikan menemukan kesalahan dalam penilaian dan prosedur ATAS pemutusan hubungan kerja karyawan.
Sehingga, Kepala Sumber Daya Manusia GitHub mengundurkan diri, kata Chief Operating Officer GitHub Erica Brescia pada Minggu (17/1/2021).
"Berdasarkan temuan ini, kami segera membatalkan keputusan untuk berpisah dengan karyawan itu dan sedang berkomunikasi dengan perwakilannya," kata Brescia.
Baca juga: Gara-gara Bertanya, Apa Bisa Semua Penyerbu Gedung Capitol Ditangkap, FBI Langsung Bertindak
Dia menambahkan perusahaan telah meminta maaf kepada karyawan tersebut.
GitHub, yang berbasis di San Francisco, memecat karyawan yang tidak disebutkan namanya pada 8 Januari 2021.
Tetapi kemudian melakukan penyelidikan setelah karyawan lain mengeluh tentang tindakan tersebut.
Perusahaan memiliki karyawan di seluruh negeri, termasuk di wilayah Washington, DC.
Dalam blog tersebut tidak disebutkan nama-nama Kepala HR dan karyawannya.
TechCrunch, Senin (18/2/2021) melaporkan karyawan tersebut adalah orang Yahudi.
Baca juga: FBI Periksa Pasukan Pengawal Pelantikan Joe Biden, Khawatirkan Serangan Orang Dalam
Diadipecat setelah membuat komentar pada 6 Januari 2021 di Slack dengan mengatakan:
"Tetap aman, homies, Nazi ada".
Serangan 6 Januari 2021 di Washington menewaskan lima orang.
Ketika pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol.
Baca juga: Mantan Wakil Kepala FBI Nilai Trump Dapat Membuat Keamanan Nasional Berbahaya
Mencoba menghentikan sertifikasi oleh Kongres untuk kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.