Berita Banda Aceh
STKIP BBG Banda Aceh Adakan Kuliah Umum Acehnologi
STKIP Bina Bangsa Getsempena (BBG) Banda Aceh menggelar kuliah umum Acehnologi dengan mengangkat tema....
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Jalimin
Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – STKIP Bina Bangsa Getsempena (BBG) Banda Aceh menggelar kuliah umum Acehnologi dengan mengangkat tema “Peningkatan Wawasan, Nilai, dan Budaya Aceh Menuju Universitas BBG yang Unggul, Mandiri, dan Religius”. Kegiatan itu berlangsung, Senin (18/1/2021) di Plenary Hall kampus setempat.
Kegiatan itu diikuti oleh dosen dan mahasiswa STKIP BBG. Pemateri kuliah umum tersebut adalah Pakar Kebudayaan Aceh, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad PhD. Kuliah umum dibuka oleh Ketua STKIP BBG, Dr Lili Kasmini SSi MSi.
Dr Lili Kasmini mengatakan, kegiatan itu sangat penting untuk memberikan pengetahuan dan wawasan keacehan kepada mahasiswa dan dosen STKIP BBG.
Katanya, selama ini konsep dan budaya keacehan sudah tergerus oleh perkembangan zaman. Sekarang ini, sendi-sendi kehidupan masyarakat Aceh agak melenceng dari nilai-nilai budaya keacehan.
“Sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah pemahaman tentang tradisi budaya dan memupuk semangat keacehan. Apalagi untuk kalangan akademis tentu sangat bermanfaat karena perguruan tinggi adalah pusat studi pengembangan budaya,” ujarnya.
Baca juga: Hampir Satu Setengah Bulan, tak Ditemukan Lagi Kasus Covid-19 di Abdya, Tetap Bertahan Zona Kuning
Baca juga: Bebas Murni, Vanessa Angel Tulis Pesan Haru: Mantan Napi Masih Bisa Jadi Pribadi Lebih Baik
Baca juga: Polisi Tingkatkan Kasus Dugaan Jual Beli Ijazah Palsu ke Tahap Penyidikan
“Melalui kegiatan ini, BBG akan komit dan mendukung dengan penuh persiapan Aceh bermartabat. Dengan perubahan status ke universitas, ke depan BBG akan selalu mendukung setiap program khazanah pengembangan nilai-nilai budaya keacehan,” tambahnya.
Kamaruzzaman Bustaman Ahmad dalam kuliah umum itu menyampaikan, selama ini banyak yang keliru dalam memahami tentang adat.
Adat yang dipahami selama ini adalah budaya kebiasaan masyarakat padahal adat adalah sebuah peraturan undang-undang yang mengatur semua sendi kehidupan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kebudayaan meliputi tiga hal yakni simbol, makna, dan cara berpikir. Apabila ketiga hal tersebut hancur atau runtuh maka runtuh pula kebudayaan tersebut.
Budaya sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan karena merusak budaya berarti merusak simbol, makna, dan pola berpikir. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan mendukung satu sama lain.
Kegiatan diselingi dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata kepada pemateri dan juga ada penyerahan buku dari pemateri yang diterima langsung oleh Ketua STKIP BBG. Kegiatan tersebut ditutup oleh Wakil Ketua I STKIP BBG, Miksalmina MMat.
Saat penutupan, ia menyampaikan terima kasih kepada banyak atas ilmu dan wawasan tentang keacehan sehingga sangat termotivasi untuk menjaga dan melestarikan budaya keacehan dimulai dari kalangan akademis.
Ia berharap para dosen dapat menanamkan nilai-nilai budaya Aceh kepada mahasiswa dalam perkuliahan.
Sementara Ketua Pelaksana, Mardhatillah MPd menyatakan, bahwa kegiatan ini nantinya dapat menjadi sebuah warna baru bagi penelitian dan dosen mahasiswa, serta esensi budaya lokal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/stkip-bbg-bedah-buku-acehnologi-2021.jpg)