Breaking News:

DPRA Minta Utamakan Tenaga Lokal, Pertemuan Dengan PLTU dan Mifa

Tim DPRA melakukan kunjungan kerja ke Nagan Raya, Selasa (19/1/2021) siang. Dewan meminta perusahaan besar yang bergerak di kabupaten itu

Editor: bakri
SERAMBINEWS/RIZWAN
Tim DPRA melakukan pertemuan dengan DPRK dan Pemkab di aula kantor bupati Nagan Raya, Selasa (19/1/2021). 

SUKA MAKMUE - Tim DPRA melakukan kunjungan kerja ke Nagan Raya, Selasa (19/1/2021) siang. Dewan meminta perusahaan besar yang bergerak di kabupaten itu mengutamakan tenaga kerja lokal.

Kunjungan DPRA ke Nagan Raya disambut Sekda H Ardimarta dan Wakil Ketua DPRK Dedi Irmayanda. Turut hadir sejumlah kepala dinas terkait dari Pemkab Nagan Raya.

Anggota DPRA yang turun yaitu Reza Fahlevi, Tarmizi,  Iskandar Usman, Asib Amin, Ansari Muhammad, Nora, Muslem, Salihin, dan Samsuri. Sedangkan anggota DPRK Nagan Raya yang hadir yakni Zulkarnain, Sugianto, Hasan Masyuri, dan Junid Arianto.

Dalam pertemuan itu hadir pimpinan PLTU 1-2 (milik PLN), PLTU 3-4 (milik swasta), dan PT Mifa/PT BEL. "Kami turun ke Nagan Raya guna memastikan soal tenaga kerja asing," kata Reza.

Menurut Reza, pekerja lokal harus lebih banyak direkrut perusahaan terbesar di Nagan itu. "Kami mendorong agar tenaga kerja lokal diprioritaskan oleh perusahaan," kata Reza didampingi Tarmizi.

Selain soal tenaga kerja, pihaknya juga menyorot isu dampak lingkungan. DPRA meminta ketiga perusahaan yang beroperasi di Nagan Raya itu tidak melakukan pencemaran lingkungan. "Kami memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah melakukan ganti rugi terhadap rumah warga yang tinggal di sekitar perusahaan yang terdampak debu itu," kata Tarmizi.

Sementara Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain mengaku ada sejumlah persoalan yang timbul terkait dampak lingkungan dari perusahaan yang beroperasi itu. Salah satunya soal lubang bekas tambang batu bara PT BEL di Nagan Raya yang belum ditutup, sehingga sangat membahayakan masyarakat.

Persoalan lainnya terkait pencemaran limbah. Bahkan sudah dua perusahaan dihentikan operasionalnya oleh Pemkab karena melanggar ketentuan tersebut. "Kami mendorong agar pengawasan dan tindakan tegas harus terus dilakukan," katanya.

Selain menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan besar di Nagan Raya, Tim DPRA juga meninjau jalan yang terkena abrasi di Pantai Naga Permai, Kecamatan Kuala Pesisir. Jalan sepanjang 3 kilometer tersebut telah amblas digerus air laut.

Dalam peninjauan tersebut, tim DPRA turut didampingi anggota DPRK serta Sekda Nagan Raya. Sekda Nagan Raya menyampaikan harapan agar jalan yang amblas tersebut segera ditangani supaya tidak makin parah. "Kami berharap ini bisa diakomodir melalui ABPA atau APBN," harapnya.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved