Viral Medsos
VIRAL Video Tiktok Pamer Celana Dalam di Tugu Nol Kilometer, Tiga Waria Ditangkap
Dalam video tersebut terlihat tiga perempuan sedang menari diiringi musik yang sempat dipopulerkan Tiktokers Chikaku.
SERAMBINEWS.COM - Viral video tiktok dinilai mempertontonkan hal tak senonoh.
Video tersebut dibuat dengan latar tugu nol kilometer di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mendadak viral dan menuai kecaman.
Video berdurasi 12 detik itu dinilai tidak layak dipertontonkan karena mengandung unsur pornografi.
Pasalnya, ketiga perempuan yang membuat video joget TikTok itu tiba-tiba memamerkan celana dalam mereka.
Dalam video tersebut terlihat tiga perempuan sedang menari diiringi musik yang sempat dipopulerkan Tiktokers Chikaku.
Baca juga: FAKTA Pidato Perpisahan Donald Trump, Singgung Kesepakatan Timur Tengah hingga Tak Picu Perang Baru
Baca juga: 9 Janji dan Program Listyo Sigit Jika Terpilih Jadi Kapolri, Layanan Akan Secepat Pizza
Pengambilan gambar dilakukan malam hari.
Video tersebut pun viral di TikTok dan di media sosial lainnya.
Namun ada fakta mengejutkan dari video viral tersebut.
Tiga dari empat pelaku yang memakai daster dan pamer celana dalam itu ternyata laki-laki yang berperawakan seperti perempuan.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh polisi saat para pelaku ditangkap.
"Tim Naga Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Pangkalpinang mengamankan 3 pelaku waria dan 1 yang mengambil rekaman videonya," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, Rabu (20/1/2021).
Adi menuturkan, penyidik cyber crime Sat Reskrim Polres sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku sesuai UU ITE.
Baca juga: Tragedi Black January Azerbaijan, Peristiwa Pembantaian yang Mempercepat Runtuhnya Soviet
Baca juga: Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Penegakan Hukum Harus Adil, Polri Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan
"Namun semua nanti tergantung dengan kebijakan wali kota, atas nama warga kota Pangkalpinang karena kami tetap mengedepankan kearifan lokal," ujar Adi.
Mantan kapolsek Bukit Intan Pangkalpinang ini menegaskan, tindakan penegakan hukum merupakan langkah terakhir.
Di sisi lain, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mulanya mengaku belum mengetahui adanya video tersebut.