Breaking News:

WhatsApp Takut Ditinggal Jutaan Pengguna, Buat Klarifikasi hingga Tunda Pemberlakuan Kebijakan Baru

 Imbas rencana kebijakan baru itu, banyak pengguna mulai melirik aplikasi chat dari pesaing-pesaing WhatsApp, seperti Telegram dan Signal, yang dirasa

Editor: Faisal Zamzami
Daily Express
Whatsapp 

Dia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi perhatian dan masukan dari pengguna tentang privasi dan kemanan WhatsApp.

Namun, Will kembali menegaskan bahwa pembaruan kebijakan ini tidak akan memengaruhi percakapan pribadi yang dilakukan oleh pelanggan.

"Sebagai gantinya, pembaruan ini mencakup perubahan yang terkait dengan pengiriman pesan bisnis di WhatsApp, yang bersifat opsional dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data," ujar dia.

Will juga menjawab kekhawatiran pengguna, bahwa data pribadi mereka, seperti percakapan dan kontak, tidak akan dibagikan dengan Facebook, atau aplikasi lain dari Facebook.

Dia juga mengakui bahwa kalimat dalam notifikasi pembaruan kebijakan privasi yang diterima pengguna telah menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran.

"Kami menyadari pembaruan telah menyebabkan kebingungan dan kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk meyakinkan pengguna kami," kata Will.

"Kami ingin menjelaskan kepada pengguna tentang komitmen mendalam kami terhadap privasi, dan kami tidak ingin bermaksud membuat orang-orang kebingungan," imbuhnya.

2. Tunda pemberlakuan kebijakan baru

Menyusul banyaknya sentimen negatif karena rencana pemberlakuan kebijakan privasi baru, WhatsApp memutuskan untuk menunda pemberlakuan kebijakan tersebut.

Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (17/1/2021) sebelumnya, WhatsApp menyatakan pengguna yang tidak mau menyetujui kebijakan privasi baru, tidak akan bisa menggunakan aplikasi itu mulai 8 Februari 2021.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved