Selasa, 12 Mei 2026

Berawal Soal Gadai HP & Minta Tambahan Uang, Pria Mabuk Ini Ngamuk, Aniaya Sekeluarga Pakai Samurai

Penganiyaan itu berawal saat korban menggadaikan handphone (HP) miliknya ke salah satu korban.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Victory News
Ilustrasi penganiayaan 

Penganiyaan itu berawal saat korban menggadaikan handphone (HP) miliknya ke salah satu korban.

SERAMBINEWS.COM - Seorang pria mabuk berinisial AS (36) mengamuk hingga menganiaya satu keluarga menggunakan samurai.

Penganiyaan itu berawal saat korban menggadaikan handphone (HP) miliknya ke salah satu korban.

Di hari berikutnya, korban yang mabuk malah meminta tambahan uang gadai lagi.

Karena permintaannya tak dituruti, korban emosi, kemudian menganiaya satu keluarga.

AS (36), warga Desa Ujung Gebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon tak berkutik seusai diringkus polisi.

Ia sebelumnya melakukan penganiayaan terhadap satu keluarga di Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pada Rabu (20/1/2021).

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang melalui Kapolsek Sukagumiwang Kompol Lindon membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Driver Ojol Dianiaya, Jari Jempolnya Putus, Tak Sengaja Senggol Anak Kecil Menyeberang

Baca juga: Menkes Ungkap Sistem Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia Salah, Ini Kata Epidemiolog

Baca juga: Anak-anak Hanya Butuh Sedikit Sayuran dan Buah, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Gizi

"Kamis, (21/1/2021), Reskrim Polsek Sukagumiwang jajaran Polres Indramayu Polda Jabar meringkus seorang tersangka yang melakukan suatu tindakan pidana membawa, menguasai senjata tajam tanpa izin dan penganiayaan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (22/1/2021).

Kompol Lindon menceritakan, kejadian itu berawal karena persoalan sepele.

Saat itu pelaku dengan temannya Ono melakukan transaksi gadai sebuah gadget.

Saat itu tersangka menggadaikan gadgetnya kepada Ono, sesuai dengan harga yang disepakati keduanya.

Hanya saja, di hari berikutnya, dalam keadaan mabuk, tersangka justru kembali meminta uang tambahan gadai kepada saudara Ono Rp 200 ribu.

Permintaan itu ditolak oleh Ono karena uang yang ada di sakunya hanya terdapat Rp 100 ribu saja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved