Sabtu, 18 April 2026

Tips Kesehatan

Ini 5 Makanan Sehat untuk Remaja Putri, Kaya Zat Besi hingga Vitamin A

Pola makan yang buruk merupakan faktor risiko utama malnutrisi pada remaja putri, untuk itu penuhi dengan tips kesehatan berikut ini

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
Freepik.com
Ilustrasi 

Pola makan yang buruk merupakan faktor risiko utama malnutrisi pada remaja putri, untuk itu penuhi dengan tips kesehatan berikut ini

SERAMBINEWS.COM - Menjalankan pola hidup sehat sebaiknya dimulai sejak kecil. Namun biasanya remaja yang jauh dari orang tua mulai kehilangan kontrol atas makanan sehatnya.

Tak hanya itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah, kejadian gizi buruk pada remaja putri sangat tinggi.

Dampaknya kesehatan yang buruk, gangguan gizi dan masalah perkembangan biologis.

Pola makan yang buruk merupakan faktor risiko utama malnutrisi pada remaja putri. 

Agar kesehatan tetap terjaga, simak tips makanan sehat untuk remaja putri selengkapnya seperti yang dilansir dari Boldsky berikut ini.

1. Makanan kaya zat besi

Menurut sebuah penelitian, kekurangan zat besi tinggi pada remaja perempuan dan dapat mempengaruhi sekitar 30 persen anak perempuan di negara-negara dengan pendapatan rendah dan skor perkembangan sosial. 

Selain itu, kekurangan zat besi pada kehamilan prematur dapat menyebabkan hasil kelahiran yang merugikan. 

Baca juga: 7 Tindakan Membersihkan Tubuh Ini Bisa Membahayakan Kesehatan, Dari Ngupil Hingga Jenis Sabun Mandi

Makanan kaya zat besi dapat membantu mencegah risiko anemia pada remaja putri dan meningkatkan fungsi tubuh yang vital seperti pertumbuhan, kekebalan, perkembangan otot, dan kemampuan kognitif.

Beberapa makanan kaya zat besi meliputi: Daging merah, unggas, kacang polong, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, makanan laut, sereal yang diperkaya zat besi, buah-buahan kering seperti kismis, plum, kurma dan kacang mete.

2. Probiotik

Gangguan kejiwaan biasanya dapat diamati selama masa remaja. 

Banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa perkembangan otak remaja dipengaruhi oleh mikrobiota usus dan dengan demikian, mempertahankan sumbu mikrobiota-usus-otak dapat membantu baik dalam pencegahan maupun pengobatan gangguan kejiwaan terkait remaja seperti kecemasan, psikosis dan gangguan makan.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang membantu menjaga fungsi sistem pencernaan dan mencegah penyakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved