Breaking News:

Kasus Tsunami Cup

Kasus Tsunami Cup di Masa Gubernur Irwandi Yusuf Kembali Mencuat, Jaksa Periksa Sejumlah Saksi

Kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh Kejari Banda Aceh sejak tahun 2018 silam, tapi kemudian mangkrak.

ILUSTRASI - Tim jaksa dari Kejari Banda Aceh membawa berkas dakwaan korupsi. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali melanjutkan pemeriksaan saksi kasus dugaan pidana korupsi penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup Tahun 2017 yang sebelumnya sempat mangkrak. 

Kepala Kejari Banda Aceh, Edi Ermawan SH MH melalui Kasi Intel, Mukhsin SH yang dihubungi Serambinews.com, Senin (25/1/2021) mengatakan kasus itu saat ini masih penyelidikan. 

"Iya benar ada pemeriksaan saksi. Ada sejumlah saksi yang diperiksa. Pemeriksaan sudah berjalan dalam dua minggu ini," katanya singkat. 

Mengenai siapa saja yang diperiksa, Mukhsin mengatakan belum bisa membukanya ke publik dengan dalih masih dalam penyelidikan.

Kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh Kejari Banda Aceh sejak tahun 2018 silam. Bahkan penyidik sudah memeriksa panitia penyelenggara turnamen bertaraf internasional tersebut. Tapi setelah itu tidak ada lagi kabar. 

Pada pertengahan Januari 2021 ini, kasus itu kembali mencuat. Menurut Mukhsin, perkara Tsunami Cup 2017 merupakan kasus mangkrak di Kejari Banda Aceh.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepakbola bertaraf internasional ‘Aceh World Solidarity Cup’ yang dipusatkan di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Kegiatan yang digelar 2-6 Desember 2017 diikuti empat negara yaitu Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia dan Brunei Darussalam.

Acara yang menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar dari APBA 2017 itu dilaunching Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Tujuan kegiatan itu untuk mengembalikan prestasi sepakbola di Aceh.(*)

Baca juga: Oknum Wartawan Media Online di Galus Diciduk Polisi Usai Peras Kontraktor Rp 5 Juta, Begini Modusnya

Baca juga: Masuknya Warga Negara China ke Indonesia saat Pemerintah Larang WNA Masuk RI, Ini Kata Imigrasi

Baca juga: 5 Orang Sekeluarga Tewas Ditembak, Termasuk Wanita Hamil, Seorang Remaja Lolos dari Maut

Baca juga: Ini Profesi Lima Terduga Teroris yang Ditangkap di Aceh, dari Penjual Buah, Tukang hingga PNS

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved