Senin, 20 April 2026

Update Corona di Aceh Barat Daya

Abdya Kembali Masuk Zona Oranye Covid-19, Ini Pemicunya

Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sempat bertahan dalam kelompok zona kuning atau daerah risiko rendah penyebaran Covid-19 selama tiga bulan...

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
For: Serambinews.com
Kadinkes Abdya, Safliati SST MKes. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sempat bertahan dalam kelompok zona kuning atau daerah risiko rendah penyebaran Covid-19 selama tiga bulan terakhir, kembali menjadi zona oranye atau zona risiko sedang.

Sedangkan daerah dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa tersebut tidak terjadi penambahan kasus baru warga yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Selasa (26/1/2021) membenarkan hal itu.

Kabupaten Abdya tidak masuk lagi zona kuning atau  kembali menjadi orange terungkap dalam paparan dr H Taqwallah MKes (Satgas Percepatan Penanganan Aceh melalui Video Telekonference (Vidcon), Senin (25/1/2020).

Kabupaten Abdya masuk zona oranye bersama 21 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh. “Satu-satunya kabupaten menyandang zona kuning adalah Agara (Aceh Tenggara),” katanya.

Baca juga: Guru Korban Kebakaran di Aceh Singkil Mendapat Santunan dari PGRI

Baca juga: Wirda Mansur Sebut Perjodohannya dengan Hasan Ali Jaber: Papa Orangnya Suka Bercanda

Safliati mengaku telah bertanya ke Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh soal Kabupaten Abdya tidak masuk lagi zona kuning. Padahal, kawasan sembilan wilayah kecamatan tersebut tidak terjadi penambahan kasus baru warga yang terkonfirmasi Covid-19 sekitar tiga bulan.

Jawaban yang diperoleh bahwa perubahan status zona Covid-19 daerah merupakan kewenangan Satgas Pusat dari hasil analisis update data yang dikirim dari daerah-daerah, dan hasil pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan (protkes) di daerah bersangkutan.

“Meski tak ada penambahan kasus baru Covid-19, sementara ketentuan protkes kurang diterapkan, maka bisa juga  berubah zonanya,” kata Safliati mengutip penjelasan Satgas Covid-19 Aceh.        

Berarti, katanya, perlu dipahami bahwa penilaian zona suatu daerah ada dua. Pertama, kasus warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19. Dan, kedua, tingkat kedisiplinan warga menerapkan protkes.

“Dari hasil pemantauan Satgas Pusat, bahwa kita (Abdya) sudah tidak menerapkan protkes seperti dulu lagi, sehingga zona dari kuning (risiko rendah) kembali menjadi zona oranye (risiko sedang),” kata Safliati.

Terkait hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya kembali mengingatkan semua pihak untuk lebih disiplin menerapkan protkes.

Baca juga: Tim Riset Ilmu Kepolisian Unsyiah Survey Kepatutan Lalu-lintas di Pidie, Ini Kata Kasat Lantas

Baca juga: Viral Para Warga Bawa Kasur Hingga Alat Rumah Tangga, Dikira Mengungsi, Rupanya Rombongan Pengantin

“Dimana saja dan kapal saja, ketentuan 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak) tetap harus dipatuhi. Jika tidak, bukan tak mungkin kembali ditemukan kasus terkonfirmasi positif corona sehingga status berubah lagi menjadi zona merah, ” tegas Safliati.

Tak Ada Lagi Kasus Covid-19

Kepala Dinkes Abdya, Safliati lebih lanjut menjelaskan, warga setempat yang terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berjumlah 94 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu.

Sejak 10 Desember lalu hingga Senin (25/1/2021), tidak ditemukan lagi kasus baru atau tidak ada lagi pasien Positif Corona yang dirawat di rumah sakit/isolasi di rumah.

Juga tidak ada lagi kasus baru probable, sebelumnya disebut PDP (Pasien Dalam Perawatan) lebih dari satu bulan terakhir, termasuk ada warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek, sebelumnya dinamakan ODP (Orang Dalam Pengawasan) selama dua bulan terakhir.

Kondisi pandemi Covid-19 yang berhasil ditekan untuk sementara di Abdya, diharapkan tidak membuat warga menjadi lengah dalam penerapan protkes.

Dia membenarkan, berdasarkan update data terakhir yang dirilis, Senin (25/1/2021) sore pukul 17.00 WIB, tidak terjadi penambahan kasus baru warga Abdya yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

Baca juga: Rumah Jadi Markas Pesta Narkoba, Ibu dan Anak Gadis Diamankan Pihak Berwajib

Kasus baru positif Corona tidak bertambah sejak 10 Desember 2020 atau selama satu setengah bulan terakhir. Juga tidak ada kasus baru probable (PDP) dan data suspek (ODP) di wilayah sembilan kecamatan setempat.  

Warga Kabupaten Abdya, yang terkonfirmasi Positif Covid-19, hasil pendataan sejak Maret hingga awal  Desember 2020 mencapai 94 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 pasien berhasil sembuh setelah menjalani rawatan di rumah sakit dan isolasi di rumah. Sedangkan 8 pasien lainnya meninggal dunia.

Sebanyak 86 pasien positif dinyatakan sembuh setelah mereka menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, beberapa orang diantaranya menjalani isolasi di rumah setelah dirawat di rumah sakit.

Sementara 8 pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.

Probable dan Suspek  

Sementara itu Kasus baru probable (PDP) dan data Suspek (ODP) Covid-19, menurut Kepala Dinkes Abdya, Safliati tidak ditemukan lagi sejak 23 November 2020 hingga Senin (25/1/2021) sore.

Probable atau pasien bergejala Covid-19 di Kabupaten Abdya, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu, berjumlah 47 orang.

Sebanyak 43 orang diantaranya dinyatakan sembuh karena tidak ditemukan lagi gejala Covid-19 setelah dirawat.

Sedangkan empat pasien probable lainnya meninggal dunia, yaitu satu  warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, dan satu warga asal Jakarta Selatan, dan satu warga Kecamatan Susoh.

Bukan saja probable, warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek (ODP)  juga tidak ditemukan lagi sekitar  dua bulan terakhir atau hingga  Senin (25/1/2021) sore.

Safliati menjelaskan update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak sekitar dua bulan lalu.(*)

Baca juga: Cara Mengurus BLT PKH Rp 3 Juta untuk Ibu Hamil dan Anak Usia Dini, Ini Syaratnya

Baca juga: IAIN Langsa Terima Mahasiswa Baru Lewat 3 Jalur, Untuk Jalur SPAN Gratis Biaya Pendaftaran

Baca juga: Meski Menyehatkan, 6 Buah Ini Jangan Pernah Dikonsumsi di Pagi Hari Saat Perut Kosong

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved