Kamis, 9 April 2026

Internasional

Donald Trump Buka Kantor di Florida Sebagai Mantan Presiden AS

Donald Trump membuka kantor di Florida, AS pada Senin (25/1/2021). Kantor itu khusus menangani tugasnya sebagai mantan presiden AS dan berusaha

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Donald Trump dan Melania Trump yang tidak tampak di depan publik sejak keluar Gedung Putih pada 20 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Donald Trump membuka kantor di Florida, AS pada Senin (25/1/2021).

Kantor itu khusus menangani tugasnya sebagai mantan presiden AS dan berusaha melanjutkan agenda pemerintahannya.

"Kantor tersebut akan bertanggung jawab untuk mengelola korespondensi, pernyataan publik, penampilan, dan kegiatan resmi Trump,"  kata sebuah pernyataan.

"Akan berkonstribusi memajukan Amerika Serikat," tambahnya.

"Juga untuk menjalankan agenda Pemerintahan Trump melalui advokasi, pengorganisasian, dan aktivisme publik," ujar pernyataan itu, seperti dilansir AP, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Anthony Fauci Mengaku Sering Dimarahi Donald Trump

Pengumuman itu datang saat Dewan Perwakilan Rakyat mengirimkan kepada Senat sebuah artikel pemakzulan Trump.

Dengan tuduhan, Trump menghasut pemberontakan dalam pidatonya kepada para pendukung sebelum serangan mematikan di Capitol pada 6 Januari 2021.

Sidang Senat atas pemakzulan Trump diharapkan dimulai pada 9 Februari 2021.

Dalam sambutan perpisahan di hari terakhirnya sebagai presiden, Trump mengatakan kepada para pendukungnya:

"Kami akan kembali dalam beberapa bentuk."

Baca juga: Donald Trump Takut Penjara, Diam-diam Mengampuni Dirinya Sendiri dan Anak-anaknya

Trump tidak muncul di depan umum sejak terbang hari itu ke resor Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida.

Sebelum meninggalkan kantor, Trump berbicara dengan rekan-rekannya tentang pembentukan partai politik yang disebut "Partai Patriot," lapor Wall Street Journal.

Sebelum meninggalkan jabatannya, ia mengejar tantangan hukum yang gagal untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilu 3 November dari Demokrat Joe Biden.

Dia dengan keliru mengklaim bahwa telah terjadi kecurangan dalam pemilihan umum.(*)

Baca juga: Donald Trump Dituduh Membiayai Penyerbuan Gedung Capitol AS 6 Januari 2021

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved