Internasional
Pejabat Tinggi Keamanan Capitol AS Minta Maaf, Gagal Cegah Kerusuhan 6 Januari 2021
Pejabat tinggi keamanan Gedung Capitol AS atau DPR meminta maaf. Dia mengakui gagal dalam mencegah serangan mematikan oleh pendukung Presiden Donald
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pejabat tinggi keamanan Gedung Capitol AS atau DPR meminta maaf.
Dia mengakui gagal dalam mencegah serangan mematikan oleh pendukung Presiden Donald Trump.
Para pejabat secara khusus mengakui sejumlah kesalahan langkah intelijen yang bertentangan.
Bahkan, persiapan yang tidak memadai dan mobilisasi lembaga mitra yang tidak memadai.
Termasuk seruan untuk meningkatkan sistem akuntabilitas dan struktur komunikasi.
"Saya di sini untuk menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas nama Departemen," kata Yolanda Pittman, penjabat kepala Kepolisian Capitol AS.
Dia juga menyampaikan pernyataan tersebut untuk Komite DPR AS.
Baca juga: Donald Trump Dituduh Membiayai Penyerbuan Gedung Capitol AS 6 Januari 2021
"Departemen gagal memenuhi standar tingginya sendiri serta standar Anda," tambahnya.
Sekitar selusin pejabat dari berbagai lembaga termasuk FBI, Garda Nasional, Departemen Kehakiman, dan Kepolisian Capitol AS memberi informasi ke anggota DPR.
Bahwa mereka akan menyelidiki peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021.
Setelah itu, Perwakilan Demokrat, Tim Ryan mengatakan petugas polisi yang menjaga Capitol diperintahkan untuk tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap massa yang marah.
Sehingga, dapat masuk ke Capitol untuk melakukan tindakan kekerasan dan merusak bangunan bersejarah, seperti dilansir Reuters, Rabu (27/1/2021).
"Itu adalah arahan yang diberikan kepada mereka," kata Ryan.
Baca juga: Mantan Wartawan Perang Beberkan Video Penyerbuan Gedung Capitol AS
Dia menambahkan begitu penutupan diperintahkan di Capitol dan gedung-gedung yang berdekatan, itu tidak sepenuhnya diberlakukan.
"Anda masih memiliki orang-orang yang keluar masuk ... semuanya perlu ditinjau ulang," kata Ryan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kerusuhan-di-gedung-dpr-as1.jpg)