Kamis, 4 Juni 2026

Berita Langsa

Langsa Dilanda Banjir Bandang, Toke Seum: Penyebabnya Gara-gara Hutan Sudah Gundul

Menurut orang nomor satu di Kota Langsa tersebut, banjir terjadi dikarenakan kawasan hutan saat ini mulai gundul gara-gara ditebangi.

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Heru SAR Langsa
Rumah dan jalan rusak dihantam banjir bandang kecil di Gampong Lengkong. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE atau akrab disapa Toke Seum menyinggung penyebab terjadinya banjir di daerah itu.

Menurut orang nomor satu di Kota Langsa tersebut, banjir terjadi dikarenakan kawasan hutan saat ini mulai gundul gara-gara ditebangi.

"Sehingga saat hujan, air tidak ada lagi yang menyerap karena pohon sudah sedikit dan nyaris tidak ada lagi," ujar Toke Seum.

Hal itu disampaikannya saat turun langsung meninjau lokasi banjir di Gampong Lengkong dan area PTPN I Langsa, Kamis (28/1/2021) siang.

Toke Seum menerangkan, hutan selain sebagai penyangga air, juga sangat bermanfaat untuk menyerap air ketika curan hujan tinggi seperti saat ini.

Baca juga: Hujan Deras di Langsa, Gampong Lengkong Dilanda Banjir Bandang Kecil, Begini Dampaknya

Baca juga: Dua Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Manggeng Abdya Kembalikan Uang Rp 449 Juta

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dimulai 14 Februari 2021 di Lhokseumawe, Ini Kriteria Warga yang tidak Divaksin

Jika hutan tak ada lagi, air hujan akan terus mengalir dan menuju ke daerah lebih rendah, tidak terkecuali ke daerah permukiman masyarakat yang berada lebih rendah.

"Banjir bandang yang menimpa Gampong Lengkong ini karena air dari kawasan hutan dan perbukitan perkebunan PTPN I ini turun ke daerah permukiman warga," paparnya.

Wali Kota menambahkan, solusi sementara mengatasi banjir susulan ke Gampong Lengkong yang tidak bisa diprediksi kapan pun bisa terjadi, adalah dengan segera dibangun kanal.

Posisi kanal direncanakan dibuat antara saluran di area perkebunan PTPN I Langsa, diawali dari titik puncak hingga ke titik bawah mendekati daerah permukiman warga Gampong Lengkong.

Baca juga: 27 Orang di Lhokseumawe Positif Corona, 8 Dirawat dan 19 Jalani Isolasi Mandiri, Ini Data Lengkap

Baca juga: Sekelompok Pemuda Demo Kantor Gubernur Aceh, Pertanyakan Dana Covid-19 Hingga Singgung Soal Wagub

Baca juga: Lukisan Viral, Bukan Cuma Botol Air, @Bang_Jola Juga Lukis Mi dan Aneka Snack, Semua Mirip Asli

“Kanal ini nantinya berfungsi untuk menahan air dan pembagian volume air yang mengalir ke saluran, sehingga air ketika hujan deras tidak sekaligus mengalir ke saluran,” papar Wali Kota.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved