Kamis, 4 Juni 2026

Berita Nagan Raya

Nagan Raya Butuh CRU Gajah Jinak, Warga Kembali Usir Pakai Mercon

"Harapan kami, di Seunagan Timur perlu dibangun CRU gajah jinak oleh BKSDA yang kini sudah sangat mendesak, melihat kondisi amukan gajah terus terjadi

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Foto: Kiriman Warga
Tanaman jagung warga dirusak gajah di Desa Blang Teungku, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, Rabu (27/1/2021). 

"Harapan kami, di Seunagan Timur perlu dibangun CRU gajah jinak oleh BKSDA yang kini sudah sangat mendesak, melihat kondisi amukan gajah terus terjadi," katanya.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Gangguan gajah liar di sejumlah desa dalam Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya semakin parah.

Namun untuk penanggulangan kawanan gajah, pemerintah setempat berharap dibangun CRU (Conservation Response Unit) gajah jinak oleh Balai Konservasi Sumber Daya Manusia (BKSDA) Aceh.

Hal itu dikatakan Camat Seunagan Timur, Okta Umran SSTP kepada Serambinews.com, Kamis (28/1/2021). 

"Gajah muncul pada lima desa di wilayah kami. Gajah berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain dan saat ini masih terus terjadi," katanya.

Gangguan gajah, kata Camat, sudah sangat meresahkan.

Sehingga, butuh penanganan yang lebih maksimal.

Baca juga: Belasan Siswa Pengendara Sepmor Terjaring Razia, Ini Tindakan Satlantas Polres Bireuen

"Harapan kami, di Seunagan Timur perlu dibangun CRU gajah jinak oleh BKSDA yang kini sudah sangat mendesak, melihat kondisi amukan gajah terus terjadi," katanya.

Menurutnya, terhadap butuh CRU juga sudah dibicarakan dengan staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang turun ke sejumlah desa di Seunagan Timur, dengan harapan ke depan bisa terwujud.

Artinya, terkait penyediaan CRU perlu duduk bersama BKSDA dengan Pemkab Nagan Raya.

Karena selain penyediaan tempat untuk gajah jinak, juga kebutuhan lainnya.

Dikatakan, pengusiran gajah liar selama ini dengan mercon dinilai belum membawa manfaat banyak. 

Gajah liar itu, sebentar menjauh dan kembali mendekat pemukiman serta mengasak tanaman.

Oleh karena itu, butuh solusi lain bila gangguan tidak mereda dengan mengerahkan gajah jinak untuk menghalau gajah liar.

Sehingga, menjauh dari pemukiman penduduk dan kembali ke hutan.

Baca juga: Lebih 20 Tahun Bersama, Buffon Nyatakan Siap Menjaga Gawang Juventus Hingga Usia 44 Tahun

Ledakan mercon

Sementara itu, gajah liar pada Rabu (27/1/2021) malam kembali berkeliaran di Desa Tuwi Meulesong, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.

Penduduk kembali meledakkan mercon, dengan harapan gajah menjauh dari desa dan tanaman warga.

Gajah juga muncul pada Selasa malam di Desa Blang Teungku Kecamatan Seunagan Timur.

Hal ini menyebab kacang tanah, padi, dan jagung dirusak dan dimakan hewan berbelalai panjang itu.

"Warga terpaksa mengusir gajah dengan mercon," ujar Keuchik Tuwi Meulesong, Arfandi kepada Serambinews.com, Kamis (28/1/2021).

Menurut Arfandi, warga resah terhadap gangguan gajah yang sering muncul.

Selain tanaman digasak gajah, juga ancaman jiwa penduduk setempat.

Karena itu, butuh penanganan yang maksimal dan efektif serta perhatian dari Pemerintah Aceh, BKSDA Aceh, dan Pemkab Nagan Raya.

"Harapan kami ada solusi, sehingga gangguan gajah segera berakhir," harapnya.

Kawat kejut

Baca juga: BREAKING NEWS - Polres Subulussalam Ungkap Aksi Curanmor, Amankan Belasan Sepeda Motor

Camat Seunagan Timur, Okta Umran menambahkan, tanaman baru akan terlindungi saat ini adalah dengan dibangun kawat kejut. 

Ada desa yang alat kawat kejut dipasangkan pada kebun kelapa sawit BUMG Tuwi Meuleusong, sehingga selamat.

"Kalau tidak ada kawat kejut, langsung menjadi sasaran amukan gajah," katanya.

Dikatakan, 5 desa yang sering muncul gajah liar adalah Tuwi Meuleusong, Blang Teungku, Kila, Blang Lango, dan Kandeh.

Sedangkan gajah liar, sering berkeliaran di lima desa sekitar 9 ekor. (*)

Baca juga: VIDEO Penemuan Bom Rakitan di Aceh Utara dan Sempat Dibanting ke Pohon Kelapa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved