Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Militer Myanmar Tuduh Penipuan Pemilu, Pembenaran Kudeta

Militer Myanmar menuduh terjadi kecurangan dan penipuan pemilu November 2020. Alasan itu dijadikan sebagai pembenaran kudeta militer untuk mengambil a

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Militer Kudeta Kekuasaan, Myanmar Dalam Status Darurat 

SERAMBINEWS.COM. NAYPYIDAW - Militer Myanmar menuduh terjadi kecurangan dan penipuan pemilu November 2020.

Alasan itu dijadikan sebagai pembenaran kudeta militer untuk mengambil alih kekusaan dari pemimpin sipil.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lainnya dari partai yang berkuasa ditahan dalam penggerebekan pada Senin pagi, kata juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi.

Dilansir Reuters, Senin (1/2/2021), tindakan itu dilakukan setelah militer Myanmar yang kuat memicu kekhawatiran tentang kudeta pekan lalu setelah mengancam untuk mengambil tindakan.

Baca juga: China Hanya Catat Kudeta Militer di Myanmar, Perbedaan Pendapat Harus Diatur Dengan Baik

Atas dugaan kecurangan dalam pemilihan November 2020 yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi.

NLD yang dipimpin oleh Suu Kyi, mantan tahanan politik dan tokoh perjuangan panjang Myanmar melawan kediktatoran, memenangkan 83% kursi yang tersedia dalam pemilihan 8 November.

Militer melihat sebagai referendum pada pemerintahan demokratis yang masih muda.

Militer menuduh adanya ketidaksesuaian seperti nama yang digandakan pada daftar pemungutan suara di sejumlah distrik dan tidak senang dengan tanggapan komisi pemilihan atas keluhannya.

Baca juga: VIDEO - Militer Kudeta Kekuasaan, Myanmar Dalam Status Darurat

Militer tidak mengatakan apakah penyimpangan cukup substansial untuk mengubah hasil pemilu.

Keluhannya serupa dengan yang dialami Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP), bekas partai berkuasa yang dibentuk oleh militer.

Sebelum secara resmi menyerahkan kekuasaan pada tahun 2011.

USDP, yang secara luas dilihat sebagai proxy militer, dipermalukan dalam pemilu, hanya memenangkan 33 dari 476 kursi yang tersedia.(*)

Baca juga: Amerika Serukan Pembebasan Aung San Suu Kyi, PBB Hingga Australia Prihatin Atas Situasi Myanmar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved