Jumat, 24 April 2026

Luar Negeri

Amerika Serukan Pembebasan Aung San Suu Kyi, PBB Hingga Australia Prihatin Atas Situasi Myanmar

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk penahanan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin politik lainnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Para migran Myanmar memegang potret Aung San Suu Kyi saat mereka melakukan demonstrasi di luar Kantor Kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021. Itu terjadi setelah militer Myanmar menahan Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk penahanan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin politik lainnya.

SERAMBINEWS.COM – Gejolak politik memanas di Myanmar membuat sejumlah negara-negra di dunia ikut prihatin.

Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh politik di negara itu ditahan oleh militer junta Myanmar.

Militer Myanmar telah merebut kekuasaan pada Senin (1/2/2021) dalam kudeta melawan pemerintah Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis dalam Pemilu November 2020 lalu.

Aung San Suu Kyi ditahan bersama para pemimpin lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah penggerebekan dini hari tadi.

Menurut sebuah pernyataan di stasiun televisi milik militer, kekuasaan negara telah diserahkan ke panglima militer Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun.

Panglima AD Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.
Panglima AD Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP/YE AUNG THU)

Juru bicara NLD, Myo Nyut mengatakan Aung San Suu Kyi ditahan bersama Presiden Win Myint dan para tokoh politik lainnya.

"Saya ingin memberi tahu orang-orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum," kata Myo Nyut, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Jenderal yang Pimpin Kudeta Myanmar, Ternyata Panglima Militer yang Tindas Muslim Rohingya

Baca juga: Profil Presiden Myanmar Win Myint, Kini Ditangkap Militer, Pendukung Kuat Aung San Suu Kyi

Ia menambahkan bahwa dia sendiri diperkirakan akan ditangkap dan ditahan oleh orang-orang itu.

Reuters yang kemudian mencoba menghubunginya kembali tetapi tidak dapat tersambung.

Kudeta yang dilakukan oleh militer junta Myanmar tersebut mendapat perhatian luas dari sejumlah negara.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden telah diberitahu tentang penangkapan Aung San Suu Kyi dan sejumah pemimpin lainnya.

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.
Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. (AFP / ROSLAN RAHMAN)

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menyerukan pembebasan para pemimpin Myanmar yang ditahan oleh militer.

“Amerika Serikat mendukung rakyat Burma (Myanmar) dalam aspirasi mereka untuk demokrasi, kebebasan, perdamaian, dan pembangunan,” katanya.

“Militer harus segera mengakhiri tindakan ini, ”pungkasnya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Garis Waktu Aung San Suu Kyi: Dari Tahanan Politik Myanmar Hingga Pemimpin Bangsa yang Bermasalah

Baca juga: Sosok Jenderal Min Aung Hlaing, Pemimpin Sementara Myanmar Usai San Suu Kyi dan Presiden Ditangkap

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved