Senin, 11 Mei 2026

Luar Negeri

Kondisi Terkini Aung San Suu Kyi yang Ditahan Militer Myanmar

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditangkap militer pada Senin (1/2/2021) dini hari. Setelah ditangkap, Aung San Suu Kyi juga ditahan

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP / ROSLAN RAHMAN
Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. 

Wanita 75 tahun itu sempat beberapa kali menjadi tahanan rumah sejak memenangi pemilu 1990.

 Dia pernah ditahan di vila era kolonial keluarganya di tepi Danau Inya Yangon Pembuat film Jerman Marc Eberle, yang mewawancarai Suu Kyi selama berbulan-bulan untuk film dokumenter The Choice tahun 2012, berharap dia dapat mengatasi situasi dengan baik.

"Dia sangat berpengalaman, dia biasa bermeditasi setiap hari dan latihan kesehatan mental," katanya kepada AFP. "Jelas itu (jadi tahanan rumah) membuat stres tapi dia sudah terbiasa."

Aung San Suu Kyi Jadi Tahanan Rumah

Sebelumnya, tidak ada yang tahu di mana keberadaan Aung San Suu Kyi ketika militer Myanmar atau Tatmadaw melakukan kudeta.

Suu Kyi dan Presiden Win Myint ditangkap di kediaman mereka pada Senin dini hari waktu setempat (1/2/2021), sebelum parlemen menggelar pertemuan perdana.

Setelah mengambil alih kekuasaan, angkatan bersenjata mengumumkan status darurat yang bakal terjadi selama satu tahun.

Selain itu, mereka juga menyatakan menyerahkan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif ke Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Panglima Tatmadaw.

Sejak ditangkap oleh militer pada Senin dini hari, belum diketahui di mana persisnya Aung San Suu Kyi ditahan.

Namun berdasarkan keterangan sumber partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Suu Kyi dijadikan tahanan rumah di ibu kota Naypyidaw.

Dilansir AFP Selasa (2/2/2021), NLD mengeluarkan pernyataan berisi tuntutan agar militer membebaskan para pemimpin sipil.

"Bebaskan seluruh tahanan, termasuk presiden (Win Myint) dan Kanselir Negara (Suu Kyi)," ujar NLD di akun Facebooknya.

Mereka juga mendesak agar Tatmadaw mengakui hasil pemilihan 8 November 2020, yang menjadi pangkal terjadinya kudeta.

Dalam pernyataannya, NLD mengeklaim kudeta ini sebagai noda pada sejarah baik Myanmar maupun angkatan bersenjata.

NLD yang dipimpin Suu Kyi menang besar dengan meraup lebih dari 80 persen dalam pemilu, membuat oposisi yang disokong militer meradang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved