Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Pasukan Inggris di Mali Dikomandoi Perwira China

Pasukan Inggris dipimpin oleh seorang perwira China untuk pertama kalinya. Sebanyak 300 tentara Inggris yang dikerahkan untuk melawan kekerasan Islam

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasuken penjaga perdamaian asal Pantai Gading di Mali 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pasukan Inggris dipimpin oleh seorang perwira China untuk pertama kalinya.

Sebanyak 300 tentara Inggris yang dikerahkan untuk melawan kekerasan Islam di Mali bekerja di bawah komandan sektor China.

Bagian dari pasukan perdamaian PBB di Mali.

Letnan Kolonel Tom Robinson, Komandan Light Dragoons, mengatakan militer China telah menyediakan rumah sakit untuk misi PBB.

Juga bertanggung jawab untuk melindungi kamp yang menampung pasukan Inggris.

"Saya bekerja untuk Brigadir China yang merupakan komandan sektor," kata Letkol Robinson, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (2/2/2021).

“Dia pria profesional yang sangat saya sukai untuk bekerja dengannya," katanya.

Baca juga: Militan Serang Hotel di Somalia, Terlibat Baku Tembak Dengan Pasukan Keamanan

Ini dianggap pertama kalinya pasukan Inggris berada di bawah komando perwira Tiongkok.

Meskipun Angkatan Laut Kerajaan telah bekerja bersama angkatan laut Tiongkok dalam operasi kontra-pembajakan di sekitar tanduk Afrika.

Berita itu muncul ketika ketegangan antara Inggris dan China, setelah pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong.

Klaim kedaulatan China yang agresif di Indo-Pasifik dan pertanyaan tentang asal-usul pandemi Covid-19, telah memperburuk hubungan antara London dan Beijing.

Baca juga: Banjir Rusak Tujuh Rumah Warga, BPBD Bener Meriah Turunkan Alat Berat Normalisasi Sungai Dangkal

Sekitar 200 tentara berpatroli di 60 kendaraan yang dirancang khusus untuk menangani kondisi gurun yang keras.

Pengerahan awal melihat pasukan berjalan hanya 30 mil ke pedesaan, daerah yang sebagian besar di luar jangkauan otoritas Mali. Patroli di masa depan direncanakan untuk melangkah lebih jauh.

"Itu adalah kesempatan bagi kami sebagai pasukan Inggris pertama yang dikerahkan di Mali untuk benar-benar memahami bagaimana kami akan beroperasi," kata Letkol Robinson.

“Kami berlatih di Inggris [dan] bersiap untuk waktu yang lama untuk memastikan kami siap.

Baca juga: Teroris yang Ditangkap Sedang Rakit Bom untuk Aksi Amaliyah di Aceh, Polisi Beberkan Faktanya

“Tidak ada yang seperti keluar dari kamp untuk pertama kalinya, menguji kendaraan kami di semak belukar Afrika yang tidak biasa, bertemu dengan orang Mali," ujarnya.

"Kami benar-benar mendapatkan perasaan yang tepat tentang apa sebenarnya negara ini dan bagaimana kami dapat membantu," harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved