Berita Aceh Barat
RSUD Cut Nyak Dhien Rawat Lima Pasien Bergejala Mirip Covid-19 di Ruang Pinere, Begini Keluhannya
Disebutkan Putri, meski gejalanya mirip Covid-19, namun kelima pasien itu belum ada hasil pemeriksaan apakah terinfeksi corona atau tidak.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Putri Fathiyah kepada Serambinews.com, Selasa (2/2/2021), mengatakan, bahwa di Ruang Pinere saat ini ada lima pasien yang sedang mendapat perawatan medis dengan keluhan batuk, demam, dan sesak nafas.
Disebutkan Putri, meski gejalanya mirip Covid-19, namun kelima pasien itu belum ada hasil pemeriksaan apakah terinfeksi corona atau tidak.
Saat ini, papar Direktur RSUD Cut Nyak Dhien, pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan swab untuk memastikan apakah para pasien itu positif corona atau tidak.
"Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 saat ini sudah tidak ada lagi di Ruang Pinere, karena semua pasien positif yang dirawat di ruang tersebut semuanya telah sembuh," papar Putri.
Sementara itu, satu pasien bernama Sanuddin (38), warga Gampong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang dicurigai terpapar Covid-19 diduga melarikan diri dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa (2/2/2021) sore.
Baca juga: Terlantar Puluhan Tahun, Aceh Tamiang Tertarik Ambil Alih Aset Pemprov Sumatera Utara
Baca juga: VIDEO Hindari Razia, Penumpang Nekat Melompat dari Mobil di Perbatasan Aceh Tamiang
Baca juga: Mabes Polri: Interpol Telusuri Keberadaan AK, Warga Aceh yang Bakar Bendera Merah Putih
Warga tersebut sebelumnya hendak berobat lantaran mengalami keluhan demam, batuk, dan sesak nafas. Namun setelah pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan di ruang radiologi dengan merontgen dada, pasien lalu dikonsulkan ke dokter spesialis paru-paru.
Sementara hasil rontgen tersebut khas sebagai gambaran bahwa yang bersangkutan mirip seperti gejala pasien yang terpapar Covid-19, sehingga dicurigai yang bersangkutan menjurus positif terinfeksi Covid-19.
Karena ada gejala tersebut, petugas kemudian menempatkan Sanuddin di sebuah ruangan pada bagian IGD RSUD Cut Nyak Dhien.
Sementara dokter yang memeriksa pasien tersebut menganjurkan yang bersangkutan untuk dirawat di Ruang Pinere dan harus dilakukan swab.
“Saat petugas kita menjemputnya untuk dirawat di Ruang Pinere, yang bersangkutan sudah tidak ada lagi di ruang yang sebelumnya ditempatkan oleh petugas pada IGD, dan hingga saat ini kita belum mengetahui keberadaannya,” kata Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Putri Fathiyah kepada Serambinews.com, Selasa (2/1/2021), saat ditemui di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Dinikahi Ali Syakieb dalam Waktu Dekat, Margin Wieheerm Gelar Pengajian dan Siraman
Baca juga: Berawal dari Cinta Lokasi, Pedangdut Lesti Kejora Ungkap Perjalanan Cintanya dengan Rizky Billar
Baca juga: Nenek yang Diarak Warga Karena Mencopet Untuk Makan Hidup Memprihatinkan, Polisi Janji Beri Sembako
Disebutkan Putri, bahwa yang bersangkutan belum dilakukan swab, namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit tersebut, yang bersangkutan memiliki gejala yang sama dengan pasien covid-19.
"Terkait dengan pasien yang melarikan diri itu, pihak rumah sakit merencanakan akan melaporkan hal itu ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, untuk mengantisipasi dan pencegahan Covid-19,” jelas Putri Fathiyah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasien-suspek-covid-kabur-dari-rumah-sakit-0202.jpg)