Breaking News:

Kajian Islam

Sakit Hati sampai Membenci, Mulut Sudah Memaafkan namun Hati Masih Sakit, ini Penjelasan Buya Yahya

Yang terpenting, diri sendiri tidak menjadi alasan orang lain sakit hati, terlepas dari orang lain menyakiti, maka itu menjadi tanggung jawabnya.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
INSTAGRAM @buyayahya_albahjah
Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Sakit hati sampai membenci, sudah memaafkan namun hati masih sakit, ini penjelasan Buya Yahya.

Merasakan sakit hati karena sesuatu ucapan, perilaku orang lain dan sebagainya, memang tidak menyenangkan.

Merasa tersakiti bahkan sampai muncul perasaan benci di hati, karena tindakan orang lain.

Sebenarnya, sakit hati maupun tidak atas tindakan orang lain, kembali ke diri sendiri, menganggap perilaku tersebut sebagai penyebab sakit atau menerima dan tidak mengambil pusing tindakan orang lain.

Karena, yang terpenting, diri sendiri tidak menjadi alasan orang lain sakit hati, terlepas dari orang lain menyakiti, maka itu menjadi tanggung jawabnya dengan kehidupan.

Baca juga: Wanita Rajin Ibadah tapi Suka Upload Foto di Medsos, Begini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya diberikan pertanyaan oleh jamaah mengenai kebencian, yakni ketika mulut sudah mengatakan sudah memaafkan, namun dalam hati, masih ada perasaan murka.

"Masih Merasa Benci Walau Sudah Memaafkan Buya Yahya Menjawab.

"Sudah berusaha melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain terhadap kita, akan tetapi jika teringat akan kesalahan tersebut kadang masih saja benci. Apakah itu sudah termasuk ikhlas? Dan bagaimana caranya agar ikhlas memaafkan?," demikian tertulis pada postingan.

Berikut ini penjelasan Buya Yahya

Namanya kebencian, tidak serta merta hilang, akan tetapi kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT saat diberikan benci ini, untuk memerangi kebencian.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved