Breaking News:

Pusat Coret Dana Jembatan Pusong

Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencoret Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 7 miliar tahun 2021

For Serambinews.com
Jembatan rangka baja menghubungkan Gampong Pasi Jeumerang dengan Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie belum berfungsi. 

SIGLI- Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencoret Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 7 miliar tahun 2021, untuk pembangunan jembatan Gampong Pusong-Pasi Jeumerang, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie.

Padahal, jembatan yang sudah berdiri kokoh itu sudah menguras dana Rp 30 miliar dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018. Anehnya, dana sebesar itu tidak mencukupi, sehingga kedua oprit jembatan itu tidak dikerjakan. Kini, jembatan megah itu belum berfungsi sehingga warga menyebutkan sebagai jembatan "Abu Nawas".

Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid SE kepada Serambi, Senin (1/2/2021), mengatakan, dewan sudah memanggil TAPK terkait dana untuk infrastruktur yang tidak tertampung dalam APBK 2021. Alasan Dinas PUPR Pidie, mereka sudah mengusulkan melalui DAK 2021 Rp 7 miliar ke Kementrian PUPR.

Namun, usulan tersebut dicoret pihak Kementrian dengan alasan tidak sama dengan usulan tahun 2020 Rp 5 miliar. Kementrian menilai, kata politikus Partai Golkar, dicoretnya DAK karena usulan angka berbeda, yang dianggap Dinas PUPR Pidie sudah mengutak-atik anggaran.

"Maksud Dinas PUPR Pidie sebenarnya bagus, karena ingin menambah dana Rp 7 miliar. Tapi, Kabid Dinas PUPR Pidie tidak mampu memberikan argumen terhadap penambahan angka Rp 7 miliar kepada Kementrian sehingga dicoret," ujarnya.

Pun begitu, sebut Fadli, Pemkab berjanji tetap mengerjakan kedua oprit jembatan itu pada tahun 2021 dengan menggunakan dana Silpa. Dana itu diambil dari proyek tujuh ruas jalan yang gagal dikerjakan pada tahun 2020.

"Kita menginginkan tahun 2021 oprit jembatan "Abu Nawas" itu harus siap, mengingat tahun 2020 lalu gagal dibangun akibat dana terkena refocusing Covid-19. Kita sangat kecewa jembatan sudah tiga tahun terbengkalai," pungkasnya.

Said Safwatullah, tokoh pemuda Kecamatan Kembang Tanjong, kepada Serambi, Selasa (2/2/2021) menyebutkan, ia sangat prihatin mangkraknya pembangunan jembatan "Abu Nawas" di  Pasi Jeumeurang. Sebab, puluhan tahun warga Pusong tidak ada sarana penyebrangan. Akibatnya, warga harus melintasi jalan di Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya saat menuju ke kota kecamatan.

Ia menjelaskan, Pemkab kurang pengawasan saat proses pekerjaan jembatan Pusong dari dana BNPB Rp 30 miliar. Dana sebesar itu tidak siap semua item sehingga oprit tidak dikerjakan. "Saya nilai dana pembangunan jembatan itu perlu diaudit forensik oleh BPK atau BPKP, untuk mengetahui kemana saja dana Rp 30 miliar digunakan," ujarnya.

Plt Kepala Dinas PUPR Pidie, Buchari AP MSi kepada Serambi, Selasa (2/2/2021) menyebutkan, Pemkab akan menangani oprit jembatan Pusong pada APBK-Perubahan 2021. Sementara dalam APBK 2021 tidak tertampung.

" Tahun 2020 lalu, Pemkab sudah memplotkan dana Rp 5 miliar untuk oprit jembatan Pusong, namun dana itu terkena refocusing untuk dialihkan penanganan Covid-19," jelasnya.

Ia mengatakan, Dinas PUPR Pidie mengusulkan dana untuk jembatan itu Rp 7 miliar tidak dikabulkan Kementerian. Padahal, dana Rp 7 miliar itu diusulkan untuk pembangunan oprit, dan pengaspalan jalan tersebut.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved