Gajah Liar
Gajah Kembali Rusak Sawah Warga Blang Teungku Nagan Raya, 17 Kebun Jadi Korban
Selama ini, ungkap keuchik, penanganan gajah liar masih menggunakan sistem mengusir menggunakan ledakan mercon.
Penulis: Rizwan | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Gangguan gajah liar kembali terjadi di Desa Blang Teungku, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.
Sawah warga milik Ajidam, warga setempat ditemukan rusak dirusak hewan dilindungi tersebut, Kamis (4/2/2021).
Dampak gangguan gajah dalam dua pekan terakhir tercatat sudah 17 kebun warga jadi korban meliputi kebun jagung, pinang, pepaya, kacang tanah dan tanaman padi sawah.
Hal itu dikatakan Keuchik Blang Teungku, Samsirman kepada Serambinews.com, Sabtu (4/2/2021).
"Gajah pada Rabu malam hingga Kamis kembali muncul dan merusak tanaman," katanya.
Diakuinya, sawah yang dirusak gajah milik Ajidam sehingga menjadi gagal panen.
"Data yang sudah kami catat sudah sebanyak 17 kebun warga yang menjadi korban gajah," katanya.
Dijelaskan, gajah berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain dalam sejumlah desa di Kecamatan Seunagan Timur seperti Blang Teungku, Tuwi Meulesong, Kandeh, Blang Lango dan Kila.
"Warga resah selain tanaman yang menjadi korban juga ancaman jiwa bila petani atau warga ke kebun," ungkapnya.
Butuh CRU
Keuchik Blang Teungku mengatakan, persoalan gajah liar sudah disampaikan ke BKSDA sehingga ditangani.
Selain ke BKSDA juga ada dilaporkan ke camat, BPBD, BPN dan sejumlah lembaga terkait lainnya di Nagan Raya
Penduduk berharap dibangun sebuah CRU (conservation response unit) yang merupakan tempat gajah jinak.
"Dengan tersedia gajah jinak maka dapat dihalau gajah liar," katanya.
Dikatakan, penduduk sejumlah desa yang sering muncul gajah mendukung untuk hadir sebuah CRU di kawasan mereka sebab persoalan gangguan gajah terus berulang.
Selama ini, ungkap keuchik, penanganan gajah liar masih menggunakan sistem mengusir menggunakan ledakan mercon.