Breaking News:

Tambang Emas Ilegal

Heboh Tambang Emas di Pucok Krueng Sikuleh, Begini Kata Kapolres Aceh Jaya

Dirinya juga menjelaskan untuk menuju ke kawasan Pucok Krueng Sikuleh dari desa Panggong membutuhkan waktu perjalanan lebih kurang 12 jam dengan mengg

For Serambinews.com
AKBP Harlan Amir, Kapolres Aceh Jaya 

Laporan Riski Bintang I Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Beberapa hari lalu sejumlah pihak di kabupaten Aceh Jaya dihebohkan dengan informasi adanya tambang emas ilegal di kawasan Pucok Krueng Sikuleh, Desa Panggung, Kecamatan Krueng Sabee, Kamis (4/2/2021).

Keberdaan tambang emas ilegal tersebut mencuat setelah Forum Keuchik Krueng Sabee menyurati sejumlah pihak terkait masalah tersebut.

Menanggapi isu yang beredar Kepolisian Aceh Jaya langsung melakukan penyelidikan dengan turun ke lokasi yang diisukan menjadi kawasan penambangan ilegal.

Alat berat jenis ekskavator beroperasi di kawasan Pucok Krueng Sikuleh, Desa Panggong, Aceh Jaya. Foto direkam beberapa waktu lalu.
Alat berat jenis ekskavator beroperasi di kawasan Pucok Krueng Sikuleh, Desa Panggong, Aceh Jaya. Foto direkam beberapa waktu lalu. (IST)

Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir melalui Kasatreskrim AKP Miftahuda Dizha mengatakan, jika setelah pihaknya turun langsung ke lokasi yang diduga dijadikan tempat menggali emas, pihaknya tidak menemukan adanya aktifitas.

Dalam keterangan yang diberikan kepada sejumlah awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/2/2021) dirinya membenarkan di lokasi ditemukan bekas galian yang diduga menjadi tempat penambangan emas ilegal.

“Di lokasi memang kita temukan adanya lubang galian, dan ada tiga lobang galian yang kita temukan, hanya saja tidak ada kehidupan disana,” tandasnya.

VIDEO Detik-detik Mobil Avanza Tabrak Honda Scoopy di Pawoh Susoh Abdya

Wanita Xinjiang Dalam Penjara Jadi Korban Pemerkosaan dan Siksaan

Parah! Oknum Sekdes di Bener Meriah Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Kini Meringkuk di Tahanan

Ia menambahkan, pihaknya saat melakukan penyelidikan hanya menemukan sepasang suami istri yang mengaku sebagai warga Kecamatan Pasie Raya berada di kawasan tersebut untuk mencari ikan kerling.

Untuk lokasi itu sendiri, selain adanya lubang bekas galian juga ditemukan gubuk yang sudah rusak dengan perkiraan gubuk itu sendiri dirusak oleh pemilik, dimana ada salah satu gubuk yang tidak rusak sempurna yang kemudian dijadikan tempat pihaknya beristirahat.

“Kalau di situ tidak ada, hanya saja kita melihat jika yang memang bagus lokasinya itu di sebelah (Kabupaten tetangga), dan tidak ada tanda-tanda jika ada alat atau kendaraan yang menyeberang ke sebelah,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah lokasi tambang emas tersebut benar masuk dalam wilayah kabupaten Aceh Jaya atau masuk kedalam kabupaten tetangga.

"Kalau pengakuan warga yang kita ambil keterangan, katanya itu masuk wilayah Teunom, Aceh Jaya, tapi itu baru informasi dari warga, belum bisa kita pastikan karena kita juga belum punya lokusnya untuk menentukan wilayah itu masuk kemana," terang Iptu Dizha.

Dirinya juga menjelaskan untuk menuju ke kawasan Pucok Krueng Sikuleh dari desa Panggong membutuhkan waktu perjalanan lebih kurang 12 jam dengan menggunakan mobil kendaraan roda empat

"Kita kemarin harus nginap semalam ditengah perjalanan, serta turut sebrangi sungai 3 kali menggunakan mobil serta 2 kali seberangi sungai dengan jalan kaki baru tiba di lokasi," tutupnya.(*)

Penulis: Riski Bintang
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved